Newsroom

Bank DBS Indonesia dan Greenhouse Hadirkan Pemimpin Industri dalam Ekosistem Startup Indonesia, Berbagi Wawasan Ekspansi Bisnis


***

Bank DBS Indonesia bersama Greenhouse selenggarakan acara khusus yang mempertemukan para pelaku bisnis paling aktif dari seluruh Asia Tenggara untuk dorong pertumbuhan startup dan UMKM di Indonesia

INDONESIA,07 November 2019 -

Sebagai negara ekonomi terbesar se-Asia Tenggara dengan populasi sebanyak 260 juta jiwa dan didominasi penduduk usia muda, Indonesia menawarkan jumlah konsumen dan tenaga kerja yang sangat besar sekaligus menikmati pertumbuhan ekonomi yang stabil. Faktor fundamental yang kuat tersebut membantu Indonesia menjadi negara yang menarik bagi startup dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk berkembang. Akan tetapi, hal tersebut sekaligus menjadi tantangan; Indonesia saat ini berada di peringkat ke-73 dunia dalam World Bank’s Ease of Doing Business Index (Indeks Kemudahan Berbisnis Bank Dunia). Untuk membantu startup dan UKM memulai ekspansi mereka ke Indonesia, Bank DBS Indonesia dan Greenhouse menggelar sebuah acara khusus yang diberi nama Market Expansion Indonesia: Compliance, Recruitment, and Funding.”
 
“Saat ini, startup semakin eksis di Indonesia terutama di bidang teknologi yang hadir berkat perubahan digitalisasi. Kami juga melihat banyak usaha yang bersemangat untuk memasuki dan berkembang di pasar Indonesia. Baik perusahaan lokal maupun asing, keduanya tentunya mengalami tantangan yang serupa, sebut saja masalah rekrutmen, pendanaan dan penyesuaian. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan Greenhouse untuk menghadirkan professional service giants, disruptive startups, dan investor terkemuka dari seluruh Asia Tenggara untuk berbagi wawasan bisnis dan industri. Startup dan UKM juga dapat melebarkan jaringan lokal dan regional mereka yang dapat mendukung ekspansi bisnis mereka,” ujar Rudy Tandjung, Direktur PT Bank DBS Indonesia.
 
Greenhouse adalah startup yang menyediakan solusi terintegrasi untuk memberdayakan para pelaku bisnis untuk melebarkan jaringannya di Asia Tenggara, yang saat ini aktif di Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Produk dan layanan Greenhouse meliputi marketplace yang menyediakan jasa inkorporasi perusahaan dan kesekretariatan, serta informasi dan panduan yang dapat membantu pengguna melalui proses peluncuran perusahaan mereka di Asia Tenggara.
 
Viktor Kyosev, Chief Operating Officer Greenhouse mengatakan, “Seperti yang kita ketahui, memasuki pasar baru seperti Indonesia tidaklah mudah, tetapi memiliki potensi yang besar. Acara ini ditujukan untuk pebisnis yang berencana atau baru-baru ini memperluas bisnis di Indonesia dan ingin memperluas jaringan mereka, atau mencari pendanaan.”
 
Viktor melanjutkan, “Kami bertujuan untuk memberikan wawasan tentang tren atau peraturan terbaru di Indonesia mengenai kepatuhan, sumber daya manusia (SDM) dan perekrutan, serta pendanaan modal ventura.”
 
Diskusi panel terbagi dalam tiga bagian dengan tema masing-masing yaitu panel market entry, panel recruitment, dan fireside chat tentang pendanaan.
 
Dalam sesi panel market entry, topik yang dibahas adalah kesalahan umum, kesalahpahaman, tantangan, dan peluang yang ada saat memasuki pasar Indonesia dan pertumbuhan pasar cepat lainnya di seluruh wilayah Asia Tenggara. Sesi panel ini bertujuan membantu para pelaku startup yang hadir memperkirakan kemungkinan dan cara menghindari kesalahan serta menuai dampak pertumbuhan yang nyata dengan cepat.
 
Alvin Christian, Managing Director TMF Indonesia mengatakan, “Dalam masa jabatan keduanya, Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi Indonesia dari peringkat ke-16 terbesar di dunia saat ini menuju peringkat ke-5 pada tahun 2045.” Alvin melanjutkan, “Untuk sejauh ini pemerintah telah menjalankan berbagai macam perbaikan dan upaya untuk menyederhanakan prosedur dan kebijakan untuk memfasilitasi kegiatan berusaha di Indonesia, seperti pelaksanaan sistem OSS (Online Single Submission), penyederhanaan jumlah lisensi dan perizinan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dan pembicaraan yang berjalan mengenai reformasi peraturan ketenagakerjaan.”
 
Sementara itu, sesi panel rekrutmen membahas mengenai sumber daya manusia, sebagai aset utama dalam bisnis apapun. Sesi ini menghadirkan para pakar rekrutmen dan startup yang telah berhasil memperluas bisnis mereka dan merekrut SDM di pasar-pasar baru, berbagi wawasan yang berkaitan dengan hambatan umum, kesalahpahaman, strategi, tren masa depan, dan peluang di Indonesia dan pasar pertumbuhan cepat lainnya di seluruh wilayah kawasan.
 
Ken Ratri Iswari, CEO dan Founder GeekHunter, berpendapat, “Saat ini banyak perusahaan menggunakan strategi hiring yang tidak terbatas pada nilai gaji saja. Mereka mempersonalkan strategi hiring mereka sesuai kandidat yang mereka incar.”
 
Sesi panel yang terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah terkait pendanaan di Indonesia. Dalam diskusi ini, para pakar berbagi wawasan tentang pendanaan dan lanskap startup di Indonesia dan Asia Tenggara, dan bagaimana startup secara efektif dapat masuk dan memiliki kesempatan yang sama besar dengan perusahaan internasional lainnya di seluruh kawasan.
 
Joe Zhang, Principal TNB Aura, menyatakan, “Keputusan investasi perusahaan modal ventura meliputi berbagai faktor yang bervariasi sesuai dengan tahap startup. Misalnya, pada tahap awal seperti pra-peluncuran dan pra-pendapatan, pengalaman dan visi tim pendiri akan lebih ditekankan. Setelah startup memasuki tahap pertumbuhan, metrik seperti margin keuntungan dan unit ekonomi menjadi lebih penting. Meskipun demikian, berinvestasi ke dalam startup itu seperti membentuk kemitraan dan persahabatan; orang-orang yang terlibat akan selalu menjadi salah satu faktor yang paling relevan di semua tahap.”
 
Adapun para pakar yang hadir membagikan wawasannya dalam diskusi panel tersebut adalah Co-Founder & CEO, Greenhouse, Drew Calin; Senior People Manager, Greenhouse, Ingrid Chai; Principal, TNB Aura, Joe Zhang; Managing Director, TMF Group Indonesia, Alvin Christian; Managing Director, Vistra Indonesia, Miguel Latorre; Founder & CEO, Kontrak Hukum, Rieke Caroline; Director, Michael Page Indonesia, Ben Ewbank; Founder & CEO, Geekhunter, Ken Ratri Iswari; Head of People, Fave, Yuliana Dewi; dan COO, Ralali.com, Alexander Lukman.
 
***


Tentang DBS
 
DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 18 pasar. DBS berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, memiliki pertumbuhan dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Cina, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" Bank DBS termasuk yang tertinggi di dunia.
 
DBS dikenal dengan kepemimpinan globalnya dan dinobatkan sebagai “Global Bank of the Year” oleh The Banker dan "Best Bank in the World" oleh Global Finance. Bank DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan dan disebut "World’s Best Digital Bank" oleh Euromoney. Selain itu, DBS memperoleh penghargaan “Safest Bank in Asia” dari Global Finance selama sebelas tahun berturut-turut dari tahun 2009 hingga 2019.
 
DBS menyediakan berbagai layanan lengkap untuk nasabah, SME dan perbankan perusahaan. Sebagai bank yang lahir dan dibesarkan di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar paling dinamis di kawasan tersebut. DBS bertekad membangun hubungan berkelanjutan dengan nasabah dan berdampak positif terhadap masyarakat melalui dukungan wirausaha sosial dengan cara bank Asia. DBS juga mendirikan yayasan dengan dana senilai SGD 50 juta untuk memperkuat upaya tanggung jawab sosial perusahaan di Singapura dan di seluruh Asia.
 
Dengan jaringan operasional yang ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir yang menarik. Bank ini mengakui gairah, komitmen, dan semangat dari 27.000 karyawannya, yang mewakili lebih dari 40 kebangsaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.dbs.com.

 
Tentang Greenhouse
 
Greenhouse adalah marketplace pertama untuk layanan pendirian dan kesekretariatan perusahaan di Asia Tenggara. Greenhouse memungkinkan Anda untuk memesan layanan yang Anda butuhkan untuk mendirikan perusahaan di berbagai pasar termasuk Indonesia, Filipina, dan Singapura, serta menghubungi konsultan market entry di pasar-pasar tersebut. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.greenhouse.co.

Back to results

Search News

Select Markets
From
To

DBS Annual Report

DBS Annual Report 2018

Click here to read DBS' 2018 Annual Report - Best Bank in the World.

View our previous Annual Reports