Perkuat Kesiapan Kerja Siswa di Era AI, DBS Foundation dan Dicoding Gelar Coding Camp Workshop di SMK Wikrama Bogor | English

Indonesia, 28 Apr 2026 -
Pelatihan dari DBS Foundation dan Dicoding bekali siswa SMK dengan keterampilan AI, literasi keuangan, serta soft skills yang semakin dibutuhkan industri masa depan
 
Untuk menjawab meningkatnya kebutuhan keterampilan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja, DBS Foundation bersama Dicoding menyelenggarakan Coding Camp Workshop di SMK Wikrama Bogor. Inisiatif ini merupakan sebuah pelatihan luring yang dirancang untuk membekali siswa SMK dengan kompetensi teknologi AI, literasi keuangan dan soft skill demi kesiapan karier.

Workshop ini merupakan bagian dari program Coding Camp powered by DBS Foundation, inisiatif pelatihan digital nasional yang sejak 2023 berfokus menyajikan pembelajaran terstruktur dan berkualitas tinggi demi membentuk lulusan terampil yang siap berkarier di perusahaan teknologi dan startup. Hingga kini, Coding Camp powered by DBS Foundation telah melatih dan menjangkau sebanyak 227.000 peserta, termasuk 15.000+ siswa dari 1.500+ SMK di seluruh Indonesia, dengan SMK Wikrama Bogor sebagai salah satu kontributor peserta terbesar. Pada periode 2025–2026, sekolah ini mengirimkan 155 siswa, atau sekitar 13% dari total 1.200 peserta SMK dalam program intensif Coding Camp.

“DBS Foundation berkomitmen memperluas akses pendidikan dan kesiapan kerja bagi kaum muda secara inklusif. Pelatihan coding camp di SMK Wikrama hari ini menunjukkan komitmen kami untuk membekali kaum muda khususnya para pelajar vokasi dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini dan di masa depan, khususnya di era AI seperti sekarang ini. Sehingga mereka memiliki peluang dan kesempatan untuk maju dan berkembang. Hal ini selaras dengan misi DBS Foundation untuk mendorong inklusi keuangan dan digital,” ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.

Mengapa keterampilan AI menjadi penting bagi siswa SMK?

Transformasi teknologi berbasis AI semakin mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja global, termasuk di Indonesia. Literasi AI kini tidak lagi menjadi keterampilan tambahan, melainkan kompetensi dasar yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja digital. Data Indonesian Developer Outlook 2026 menunjukkan sebanyak 86% developer Indonesia telah menggunakan AI dalam pekerjaan mereka, menandakan perubahan signifikan dalam standar keterampilan industri teknologi.

Perubahan ini turut berdampak pada pendidikan vokasi. Lulusan SMK tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi baru, berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin, serta memahami cara memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi di tempat kerja.

Kebutuhan tersebut mendorong pentingnya kurikulum vokasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri, dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik nyata dan pengalaman langsung menggunakan teknologi terkini. Menyadari bahwa kesiapan talenta menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi digital, Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation bekerja sama dengan Dicoding untuk mengambil peran aktif dalam memperluas akses pembelajaran teknologi dan AI bagi generasi muda sekaligus mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing dan beradaptasi di masa depan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Bank DBS Indonesia untuk menciptakan dampak bagi masyarakat melampaui bisnis perbankan (Impact Beyond Banking).

Apa yang dipelajari siswa dalam Coding Camp Workshop?

Selain belajar tech skills yang diisi oleh pengajar Dicoding, siswa SMK Wikrama juga belajar tentang soft skills dan literasi keuangan yang dibawakan langsung oleh karyawan Bank DBS Indonesia. Kelas ini dihadirkan untuk memastikan peserta tidak hanya terampil secara teknis, namun memiliki kemampuan komunikasi, siap beradaptasi dan mampu mengelola keuangan secara bijak.

Kegiatan mengajar ini bagian dari program sukarelawan karyawan Bank DBS Indonesia,People of Purpose (PoP). Secara total, sejak 2025, sebanyak 223 karyawan Bank DBS Indonesia telah berkontribusi  lebih dari 5.500 jam pengajaran mencakup materi seperti literasi keuangan, presentasi bisnis dan komunikasi, dan personal branding, dalam program Coding Camp powered by DBS Foundation.

Kepala Sekolah SMK Wikrama Iin Mulyani menuturkan, “Coding Camp adalah program pelatihan digital berkualitas tinggi dari Bank DBS Indonesia yang konsisten memberi kesempatan pada murid SMK kami untuk belajar secara intensif (800+ jam) ataupun secara progresif (100+ jam). Melihat dampak positif program pada keterserapan kerja di kalangan alumni, kami mendukung sepenuhnya agenda workshop yang diselenggarakan bersama pada hari ini. Kami berharap bahwa Coding Camp bisa terus berlanjut dan memberi manfaat pada murid-murid SMK, khususnya dalam membangun portofolio dan meraih mikro kredensial untuk diterima kerja.” 
Lebih lanjut, mewakili alumni SMK Wikrama Bogor Muhammad Yazid Wiliadi menceritakan manfaat dari program Coding Camp yang telah diikutinya tahun lalu. Yazid lulus hingga kelas mahir pada alur belajar Full Stack Web Developer.

“Hasilnya, saya terbantu dalam mendapat posisi magang sebagai front-end developer dan quality assurance di sebuah perusahaan IT & pengembangan perangkat lunak di Yogya,” serunya. Kini di sela studinya di Universitas Terbuka, Yazid terus mengasah kemampuannya dengan bekerja paruh waktu di bidang pengembangan web untuk sejumlah klien dan untuk proyek novel karyanya sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Coding Camp, kunjungi go.dbs.com/dbsfcodingcamp.

[SELESAI]

Tentang Dicoding
 
Dicoding (www.dicoding.com) adalah platform edukasi teknologi terdepan yang mendorong akses literasi digital yang lebih luas untuk semua. Dengan misi untuk mengakselerasi transisi Indonesia menuju dunia digital, Dicoding berfokus pada pendidikan teknologi yang dapat mentransformasi kehidupan. Sebagai bangsa yang bergerak menuju dunia digital yang inovatif, Dicoding percaya bahwa pendidikan teknologi adalah fondasi penting agar setiap bangsa dapat menjadi yang terdepan dalam menghadapi tantangan dunia digital. Dicoding hadir untuk membantu menghasilkan talenta digital berstandar global, guna mempercepat Indonesia agar menjadi pemimpin dalam dunia digital.

KONTAK MEDIA:
Mutiara Arumsari
[email protected]
+62 811-2188-283

Tentang DBS Foundation
 
Didirikan pada tahun 2014, DBS Foundation berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka yang membutuhkan. Yayasan ini menyediakan kebutuhan dasar bagi masyarakat kurang mampu, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, yayasan ini juga mendukung usaha sosial inovatif yang menciptakan dampak positif. Tujuannya adalah memberikan harapan bagi mereka yang kurang beruntung hari ini, sehingga tidak ada yang tertinggal dan kita semua dapat menghadapi masa depan dengan keyakinan.
Pada tahun 2024, DBS berkomitmen untuk menyalurkan hingga SGD 1 miliar dolar selama satu dekade ke depan guna mendukung komunitas yang rentan. DBS juga berjanji untuk menyumbangkan 1,5 juta jam kerja sukarela karyawan selama periode yang sama.

Bersama dengan ekosistem mitra yang sevisi, DBS Foundation berupaya menciptakan dampak yang melampaui batas perbankan, melampaui batas negara, dan melampaui generasi.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.dbs.com/dbsfoundation.

Tentang DBS
 
DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 19 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.

Dikenal dengan kepemimpinan globalnya, DBS dinobatkan sebagai  “World’s Best Bank” oleh Global Finance, “World’s Best Bank” oleh Euromoney dan “Global Bank of the Year” oleh The Banker. DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, yang terpilih sebagai “World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney dan “Most Innovative in Digital Banking” di dunia oleh The Banker. Selain itu, DBS mendapatkan penghargaan “Safest Bank in Asia“ dari Global Finance selama 17 tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2025.

DBS menyediakan layanan perbankan menyeluruh bagi seluruh nasabah di segmen ritel, UKM, dan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan besar di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar yang paling dinamis di kawasan ini.

Didirikan pada tahun 1989 sebagai bagian dari DBS Group yang berpusat di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) merupakan salah satu bank dengan sejarah terpanjang di Asia. Dengan 1 Kantor Pusat Operasional, 13 Kantor Cabang Utama, 14 Kantor Cabang Pembantu, 32 ATM yang tersebar di kota-kota besar serta 2.861 karyawan aktif di 15 kota besar di Indonesia, Bank DBS Indonesia menyediakan layanan perbankan komprehensif yang berfokus pada pengalaman pelanggan untuk ‘Live more, Bank less’. Kami juga memiliki tujuan di luar perbankan dan berkomitmen untuk mendukung pelanggan, karyawan, dan masyarakat menuju masa depan yang berkelanjutan.

PT Bank DBS Indonesia merupakan bank yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, serta merupakan anggota yang diasuransikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia.
DBS berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui praktik perbankan yang selaras dengan nilai dan budaya Asia. Melalui DBS Foundation, bank menciptakan dampak melampaui perbankan dengan meningkatkan kualitas hidup dan mata pencaharian mereka yang membutuhkan. Bank menyediakan kebutuhan dasar bagi komunitas rentan, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, bank juga mendukung wirausaha sosial yang inovatif dan menciptakan dampak positif.

Dengan jaringan operasional ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir menarik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.dbs.com.