Indonesia, 04 Feb 2026 - Bank DBS Indonesia menggelar acara bertajuk
“Unlocking Indonesia's Wealth Potential: DBS Guides Through Indonesia's Resilient Economy with Unparalleled Wealth Insights and Tailored Solutions” sebagai wujud komitmennya untuk memberikan wawasan yang mendalam bagi nasabah prioritas
DBS Treasures dan
DBS Treasures Private Client untuk memahami risiko global dan peluang investasi, sehingga dapat menjaga portofolio tetap tangguh dan berimbang. Hal ini dipicu oleh berbagai kebijakan perekonomian global serta faktor geopolitik yang memengaruhi kondisi pasar. Acara dihadiri oleh tim ahli, di antaranya Chief Investment Officer DBS
Hou Wey Fook; Indonesia’s Head of Research, DBS Group Research
William Simadiputra; dan Head of Segmentation, Liabilities, and Secured Lending PT Bank DBS Indonesia
Natalina Syabana.
Di tengah ketidakpastian fiskal dan volatilitas pasar, beberapa sektor justru muncul sebagai pendorong pertumbuhan baru. Sektor teknologi kini menjadi pendorong pertumbuhan yang signifikan dalam lanskap investasi global, khususnya di Amerika Serikat, yang mencatat lonjakan historis investasi di pusat data dan perangkat keras untuk mendukung model bahasa besar (LLM). Lonjakan ini disertai perhatian pasar terhadap keseimbangan antara belanja modal dan pertumbuhan pendapatan, menandai tantangan bagi keberlanjutan ekspansi.
Dengan lonjakan investasi di sektor teknologi, termasuk AI, muncul potensi risiko yang perlu diperhatikan. Jika ekspektasi pertumbuhan terlalu tinggi dibandingkan fundamental bisnis, beberapa segmen pasar berisiko membentuk ‘gelembung AI’. Kondisi ini menuntut investor untuk menyesuaikan strategi, dengan menempatkan perhatian pada perusahaan yang mampu mengadaptasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan nilai operasional, ketimbang sekadar berfokus pada pemain AI murni (
pure-play).
Meski menghadapi kompleksitas dinamika global, peluang pertumbuhan tetap muncul secara selektif di sejumlah kawasan. Asia diproyeksikan kembali mencatatkan momentum pertumbuhan seiring meredanya ketidakpastian perdagangan. Kekuatan perdagangan intra-regional dan kemampuan adaptasi menjadi penopang utama bagi keberlanjutan pertumbuhan di kawasan ini, memberikan peluang bagi investor yang mampu menempatkan portofolio secara strategis.
Sementara itu, pasar komoditas diperkirakan memasuki fase yang lebih konstruktif menuju 2026, didukung oleh ekspektasi gencatan dagang dan penurunan suku bunga yang memberikan dorongan positif bagi sentimen makro. Meski begitu, tarif yang masih bertahan menuntut investor untuk tetap selektif dalam menempatkan portofolio. Logam industri, khususnya tembaga dan
rare earth elements, dipandang berada pada posisi strategis mengingat peran strukturalnya dalam ekonomi global. Di sisi lain, tren kenaikan jangka panjang emas tetap solid sebagai aset lindung nilai, didukung oleh tekanan monetasi, ketidakpastian, serta strategi diversifikasi cadangan bank sentral.
Ketahanan Ekonomi Indonesia Menopang Peluang Investasi Domestik
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia tetap menunjukkan fundamental ekonomi yang relatif kuat, sehingga menghadirkan peluang bagi investor untuk tetap mengelola portofolio secara terukur. Permintaan domestik yang kuat terus menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara inflasi yang terjaga memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang mendukung stabilitas dan aktivitas ekonomi. Dari sisi fiskal, konsolidasi yang berkelanjutan turut memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dalam jangka menengah.
“Bagi investor, kondisi ini membuka peluang pada sektor-sektor yang ditopang oleh konsumsi domestik, termasuk ritel dan
e-commerce, seiring dengan meningkatnya adopsi digital masyarakat. Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor energi terbarukan, juga menghadirkan peluang investasi jangka panjang yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Indonesia’s Head of Research, DBS Group Research
William Simadiputra.
Di luar faktor domestik, daya tarik investasi Indonesia juga ditopang oleh posisinya dalam lanskap ekonomi regional dan global. Posisi strategis Indonesia serta perannya dalam kerja sama regional, seperti ASEAN, memungkinkan diversifikasi arus perdagangan dan investasi, sehingga membantu meredam sebagian risiko eksternal. Upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperbaiki iklim usaha melalui reformasi regulasi, transformasi digital, serta pengembangan kerangka keuangan berkelanjutan turut memperluas pilihan investasi yang tersedia. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko global, dinamika kebijakan domestik, serta tantangan lingkungan dan perubahan iklim dalam menyusun strategi investasi yang berkelanjutan.
Solusi Investasi Bank DBS Indonesia untuk Portofolio yang Tangguh dan Berkelanjutan
Dalam mendukung investor merespons dinamika global dan domestik tersebut, peran institusi keuangan menjadi semakin strategis. Bank DBS Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendampingi nasabah menavigasi ketidakpastian global dan dinamika pasar domestik.
“Sebagai mitra tepercaya untuk kekayaan global, melalui layanan
wealth management, fokus kami adalah menghadirkan layanan
advisory yang relevan dan terstruktur untuk mendampingi nasabah menavigasi ketidakpastian global sekaligus peluang domestik sehingga nasabah dapat membuat keputusan yang didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap tren pasar, menangkap peluang pertumbuhan secara selektif, dan menjaga portofolio tetap tangguh di tengah volatilitas,” ucap Head of Segmentation, Liabilities, and Secured Lending PT Bank DBS Indonesia
Natalina Syabana.
Dalam kerangka ini,
DBS Treasures dan
DBS Treasures Private Client menggabungkan keahlian global langsung dari pakar ahli DBS Chief Investment Office, dengan strategi investasi yang dipersonalisasi membantu nasabah memahami tren, peluang, dan risiko investasi. Layanan ini mencakup solusi portofolio yang disesuaikan dengan profil risiko nasabah, termasuk akses ke
alternative asset classes dan Asia ex-Japan
equities, sehingga nasabah dapat mengambil keputusan strategis secara selektif sekaligus memperkuat daya tahan portofolio di tengah volatilitas pasar.
Untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang lebih kompleks,
DBS Treasures Private Client hadir pula memberikan advisory yang lebih
advanced dan komprehensif melalui solusi yang sangat
customized seperti KPD (Kontrak Pengelolaan Dana) dengan
investible funds mulai IDR 5 milyar. Melalui produk KPD, nasabah dapat memilih sendiri
underlying assets ini sesuai profil risiko serta tujuan keuangannya setelah berdiskusi secara menyeluruh bersama Relationship Manager (RM) yang berpengalaman,
Product Expert, hingga
Fund House/Manajer Investasi.
Ke depannya, Bank DBS Indonesia akan terus mendukung pengelolaan portofolio yang berkelanjutan.
[SELESAI]
Tentang DBS
DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 19 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.
Dikenal dengan kepemimpinan globalnya, DBS dinobatkan sebagai
“World’s Best Bank” oleh Global Finance,
“World’s Best Bank” oleh Euromoney dan
“Global Bank of the Year” oleh The Banker. DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, yang terpilih sebagai
“World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney dan
“Most Innovative in Digital Banking” di dunia oleh The Banker. Selain itu, DBS mendapatkan penghargaan
“Safest Bank in Asia“ dari Global Finance selama 17 tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2025.
DBS menyediakan layanan perbankan menyeluruh bagi seluruh nasabah di segmen ritel, UKM, dan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan besar di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar yang paling dinamis di kawasan ini.
Didirikan pada tahun 1989 sebagai bagian dari DBS Group yang berpusat di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) merupakan salah satu bank dengan sejarah terpanjang di Asia. Saat ini, Bank DBS Indonesia beroperasi dengan 1 Kantor Pusat, 13 Kantor Cabang, 16 Kantor Bantuan, 1 Kantor Fungsional, dan 3.011 karyawan aktif di 15 kota besar di Indonesia. Bank DBS Indonesia menyediakan layanan perbankan komprehensif yang berfokus pada pengalaman pelanggan untuk ‘Live more, Bank less’. Kami juga memiliki tujuan di luar perbankan dan berkomitmen untuk mendukung pelanggan, karyawan, dan masyarakat menuju masa depan yang berkelanjutan.
PT Bank DBS Indonesia merupakan bank yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, serta merupakan anggota yang diasuransikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia.
DBS berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui praktik perbankan yang selaras dengan nilai dan budaya Asia. Melalui DBS Foundation, bank menciptakan dampak melampaui perbankan dengan meningkatkan kualitas hidup dan mata pencaharian mereka yang membutuhkan. Bank menyediakan kebutuhan dasar bagi komunitas rentan, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, bank juga mendukung wirausaha sosial yang inovatif dan menciptakan dampak positif.
Dengan jaringan operasional ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir menarik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi
www.dbs.com.