Indonesia, 09 Apr 2026 - Memiliki lebih dari 17 ribu pulau di sepanjang garis khatulistiwa dan cincin api Pasifik, Indonesia memiliki iklim tropis dan tanah vulkanik yang sangat subur untuk menumbuhkan berbagai jenis buah eksotis. Menurut data BPS, produksi buah Indonesia mencapai
28,24 juta ton pada 2023, dan per Maret 2024, Indonesia tercatat sebagai produsen buah terbesar keenam di dunia. Meski begitu, masih banyak kebun tidak terkelola secara optimal, yang berdampak pada konsistensi kualitas di pasar ekspor.
Dari kondisi inilah Java Fresh lahir pada 2014, dengan tujuan membangun sistem yang menghubungkan petani kecil ke pasar global sekaligus membawa aktivitas ekonomi lebih dekat ke komunitas. Perjalanan pendirian Java Fresh berangkat dari kesadaran sederhana bahwa potensi pertanian Indonesia sangat besar, namun belum didukung oleh sistem yang memungkinkan petani dan komunitasnya berkembang secara optimal.
Co-Founder & CEO Java Fresh
Margareta Astaman mengatakan, selama lebih dari satu dekade berkiprah, Java Fresh tentu tidak bisa meraih pencapaian ini sendirian. Sepanjang perjalanannya, Java Fresh secara aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari universitas dan lembaga riset hingga perusahaan, termasuk DBS Foundation bersama Bank DBS Indonesia. Pada tahun 2025 saja, mereka berhasil mengekspor 300,000 ton buah segar.
Simak cerita di balik Java Fresh, kontribusi yang dihadirkan, serta peluang yang menanti di masa depan!
Bagaimana perjalanan Java Fresh membangun bisnis berdampak sosial? Apa tantangan yang dihadapi?
Java Fresh tidak hanya berfokus pada pasar lokal, tetapi juga mulai mewujudkan visinya dengan membangun sistem yang menghubungkan petani kecil ke pasar global dan menghadirkan aktivitas ekonomi lebih dekat ke komunitas. Namun, merealisasikan visi ini tidaklah mudah.
Margareta mengungkapkan, bahwa seiring waktu, terungkap bahwa ada empat tantangan utama industri agrikultur di Indonesia yang harus diatasi untuk benar-benar membawa buah Indonesia ke panggung global, di antaranya:
1. Luas Lahan Petani
Mayoritas petani merupakan petani mikro dengan luas lahan rata-rata di bawah 0,5 hektar, sehingga produktivitas dan konsistensi pasokan sulit ditingkatkan.
2. Reliabilitas & Sertifikasi
Tingginya standar kualitas, keamanan pangan, dan
traceability di pasar internasional belum sepenuhnya diimbangi dengan akses dan pemahaman petani terhadap sertifikasi global.
3. Keterbatasan Teknologi
Minimnya teknologi pra dan pascapanen membatasi umur simpan buah pada kisaran 14–18 hari, sehingga pengiriman masih bergantung pada jalur udara yang lebih mahal dan kurang kompetitif.
4. Keterbatasan Pendanaan
Keterbatasan akses pembiayaan menghambat investasi pada peningkatan kebun, sertifikasi, dan adopsi teknologi, yang menurut studi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) menjadi salah satu penghambat utama ekspor hortikultura Indonesia.
“Terjun di bisnis buah-buahan lokal membuat Java Fresh semakin menyadari bahwa produk petani Indonesia memiliki kualitas yang tak kalah saing dengan pasar global. Karena itu, kami menerapkan langkah-langkah strategis agar potensi ini bisa disalurkan seoptimal mungkin, mulai dari penerapan standar
grading dan penanganan buah, pembangunan sistem ketertelusuran, hingga eksplorasi teknologi untuk memperpanjang umur simpan. Semua upaya ini bertujuan tidak hanya agar buah lokal tetap segar dan kompetitif, tetapi juga memberdayakan petani kecil dan membawa dampak positif bagi komunitas secara berkelanjutan,” tambahnya.
Apa upaya Java Fresh untuk membuka peluang bagi komunitas marjinal?
Java Fresh memiliki misi membuka akses pasar global bagi petani mikro, sebuah peluang yang sebelumnya sulit dijangkau. Selama ini, banyak petani dengan lahan kecil bergantung pada praktik ijon atau rantai distribusi panjang yang membuat nilai hasil panen mereka terbatas. Melalui pendekatan berbasis komunitas, Java Fresh menggandeng para petani kecil untuk mengelola kebun secara lebih terarah, mulai dari perawatan pohon, praktik panen yang tepat, hingga proses
sorting dan standar
grading internasional, agar mampu menghasilkan buah berkualitas ekspor. Dengan akses pasar yang lebih luas, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur distribusi tradisional, sehingga memperoleh pendapatan yang lebih stabil dan bernilai tinggi, memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus memungkinkan mereka terus berkembang di daerah asal tanpa harus terdorong melakukan urbanisasi.
Salah satu momen paling berkesan adalah melihat dampak nyata yang sederhana namun berarti bagi petani dan pekerja. Perubahan ini terlihat dari kisah Bu Edah yang kini memiliki penghasilan lebih baik dan berhasil menyekolahkan anaknya hingga S2, setelah sebelumnya menghadapi keterbatasan akses ekonomi. Para petani binaan Java Fresh juga berhasil menabung dan membangun rumah lebih layak untuk keluarganya.
Margareta mengatakan, “Pendekatan Java Fresh tidak hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga membangun keterampilan dan ekosistem yang memungkinkan perempuan berkembang. Melalui pelatihan
sorting,
grading, dan
handling sesuai standar ekspor, serta program kesehatan dan edukasi, perempuan yang sebelumnya memiliki akses terbatas kini memperoleh penghasilan, keterampilan, dan pemahaman finansial lebih baik. Bahkan hal sederhana seperti makan siang bergizi menjadi fondasi penting bagi produktivitas dan konsistensi kerja. Dampaknya dirasakan tidak hanya oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan komunitas, menunjukkan bahwa pemberdayaan holistik memutus rantai keterbatasan dan menghadirkan perubahan nyata jangka panjang bagi banyak kehidupan.”
Apa peran DBS Foundation dalam membantu Java Fresh memperluas dampak sosial?
Pada 2025, Java Fresh terpilih sebagai salah satu dari lima wirausaha sosial penerima dana hibah dari DBS Foundation Grant Program 2024, sebuah pengakuan atas dedikasi mereka memberdayakan petani mikro dan komunitas lokal. Dukungan ini membuka peluang untuk memperluas skala bisnis sekaligus memperkuat kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi isu sosial, lingkungan, dan ekonomi.
“Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, peran wirausaha sosial seperti Java Fresh menjadi semakin penting dalam menghadirkan dampak yang nyata dan berkelanjutan. Sebagai
purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk tumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif melalui pilar keberlanjutan
Impact Beyond Banking. Kami berharap dukungan dan kolaborasi ini dapat mendorong Java Fresh serta para petani melangkah lebih jauh dalam membawa buah Indonesia ke pasar global. Selain itu kami berharap semakin banyak bisnis berdampak sosial ini tumbuh di Indonesia” ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia
Mona Monika.
Sejak bermitra dengan DBS Foundation, Java Fresh terus memperkuat industri buah nasional sekaligus memberdayakan komunitas lokal. Hal ini tercermin dari peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, dengan umur simpan manggis mencapai hingga 35 hari pada skala industri dan 45 hari pada skala laboratorium, serta volume ekspor buah segar yang telah melampaui 300.000 kg.
Dengan jangkauan ekspor ke 25 negara, Java Fresh beroperasi mengacu pada sertifikasi Global Good Agricultural Practice (GLOBALG.A.P.) dan GLOBALG.A.P. Risk Assessment on Social Practice (GRASP), yang memastikan kepatuhan terhadap standar global dalam keamanan pangan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial.
Margareta mengungkapkan bahwa Java Fresh kini juga tengah memperluas pasar melalui uji coba pengiriman manggis menggunakan kontainer ke Tiongkok. Ia menilai langkah ini sebagai pencapaian penting bagi industri buah nasional, mengingat standar kualitas dan keamanan pangan di Tiongkok yang sangat ketat.
Dukungan DBS Foundation juga memperkuat kapasitas
research and development (R&D) Java Fresh yang menjadi kunci bagi Java Fresh dalam menghadapi gangguan iklim dan distribusi. Dengan umur simpan yang lebih panjang, risiko kerugian berkurang, limbah pasca panen menurun, dan efisiensi operasional meningkat. Dampaknya, rantai pasok lebih tangguh, jangkauan pasar meluas hingga 25 negara, dan ekspansi ke tiga wilayah baru melibatkan 400 petani binaan serta 90 pekerja perempuan di pedesaan. Secara total, Java Fresh telah memberdayakan 210 pekerja perempuan di enam
packing house.
Guna memperkuat dampak tersebut, Java Fresh juga menyelenggarakan 12 sesi pelatihan yang menjangkau 106 peserta. Program ini mencakup peluncuran Program Nutrisi bagi pekerja
packing house, penguatan praktik manajemen lapangan, serta mendorong produksi pertanian yang lebih berkelanjutan dan berkualitas tinggi.
Margareta turut
memberi semangat sekaligus mengajak teman-teman yang ingin membangun bisnis berdampak sosial untuk memikirkan fondasi yang kuat sejak awal.
“Hal utama yang perlu diperhatikan adalah jangan hanya terpaku pada dampak yang ingin dicapai, tetapi pastikan model bisnisnya juga kokoh dan berkelanjutan. Dari pengalaman membangun Java Fresh, dampak yang bertahan lama hanya bisa tercipta ketika bisnisnya sendiri
sustainable. Tanpa itu, setiap upaya akan sulit bertahan dalam jangka panjang. Di sisi lain, jangan ragu untuk membuka diri terhadap kolaborasi dan kemitraan. Dengan bekerja bersama, ide bisa bergerak lebih cepat, tantangan bisa diatasi bersama, dan dampak positif yang dihasilkan pun bisa jauh lebih luas,” ujarnya.
[SELESAI]
Tentang DBS Foundation
Didirikan pada tahun 2014, DBS Foundation berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka yang membutuhkan. Yayasan ini menyediakan kebutuhan dasar bagi masyarakat kurang mampu, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, yayasan ini juga mendukung usaha sosial inovatif yang menciptakan dampak positif. Tujuannya adalah memberikan harapan bagi mereka yang kurang beruntung hari ini, sehingga tidak ada yang tertinggal dan kita semua dapat menghadapi masa depan dengan keyakinan.
Pada tahun 2024, DBS berkomitmen untuk menyalurkan hingga SGD 1 miliar dolar selama satu dekade ke depan guna mendukung komunitas yang rentan. DBS juga berjanji untuk menyumbangkan 1,5 juta jam kerja sukarela karyawan selama periode yang sama.
Bersama dengan ekosistem mitra yang sevisi, DBS Foundation berupaya menciptakan dampak yang melampaui batas perbankan, melampaui batas negara, dan melampaui generasi.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.dbs.com/dbsfoundation.
Tentang DBS
DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 19 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.
Dikenal dengan kepemimpinan globalnya, DBS dinobatkan sebagai “World’s Best Bank” oleh Global Finance, “World’s Best Bank” oleh Euromoney dan “Global Bank of the Year” oleh The Banker. DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, yang terpilih sebagai “World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney dan “Most Innovative in Digital Banking” di dunia oleh The Banker. Selain itu, DBS mendapatkan penghargaan “Safest Bank in Asia“ dari Global Finance selama 17 tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2025.
DBS menyediakan layanan perbankan menyeluruh bagi seluruh nasabah di segmen ritel, UKM, dan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan besar di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar yang paling dinamis di kawasan ini.
Didirikan pada tahun 1989 sebagai bagian dari DBS Group yang berpusat di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) merupakan salah satu bank dengan sejarah terpanjang di Asia. Dengan 1 Kantor Pusat Operasional, 13 Kantor Cabang Utama, 14 Kantor Cabang Pembantu, 32 ATM yang tersebar di kota-kota besar serta 2.861 karyawan aktif di 15 kota besar di Indonesia, Bank DBS Indonesia menyediakan layanan perbankan komprehensif yang berfokus pada pengalaman pelanggan untuk ‘Live more, Bank less’. Kami juga memiliki tujuan di luar perbankan dan berkomitmen untuk mendukung pelanggan, karyawan, dan masyarakat menuju masa depan yang berkelanjutan.
PT Bank DBS Indonesia merupakan bank yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, serta merupakan anggota yang diasuransikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia.
DBS berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui praktik perbankan yang selaras dengan nilai dan budaya Asia. Melalui DBS Foundation, bank menciptakan dampak melampaui perbankan dengan meningkatkan kualitas hidup dan mata pencaharian mereka yang membutuhkan. Bank menyediakan kebutuhan dasar bagi komunitas rentan, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, bank juga mendukung wirausaha sosial yang inovatif dan menciptakan dampak positif.
Dengan jaringan operasional ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir menarik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.dbs.com.