Dorong Ekonomi Rendah Karbon, Bank DBS Indonesia Catat Penyaluran Pembiayaan Berkelanjutan Tumbuh 14% | English

Indonesia, 09 Feb 2026 - Di tengah tantangan pembiayaan transisi energi dan infrastruktur hijau yang semakin kompleks, peran sektor perbankan tidak lagi sekadar sebagai penyedia dana, tetapi sebagai mitra strategis dalam mendorong ekonomi rendah karbon. Menjawab kebutuhan tersebut, Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar 14 persen secara tahunan atau sekitar Rp7,5 triliun. Terbaru, bank meraih penghargaan Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance Sustainable Finance Awards 2026.

Penghargaan ini menjadi pengakuan internasional pertama bagi Bank DBS Indonesia dalam kategori tersebut dan menegaskan perannya dalam mendukung proyek-proyek strategis yang berkontribusi langsung pada transisi energi, mobilitas berkelanjutan, dan infrastruktur hijau di Indonesia. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi Bank DBS Indonesia dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pembiayaan nyata yang berdampak bagi ekonomi dan lingkungan.

“Banyak korporasi saat ini masih berada dalam tahap menentukan arah perjalanan Environment, Social, and Governance (ESG) mereka. Di tengah kompleksitas tersebut, Bank DBS Indonesia hadir sebagai mitra tepercaya dengan rekam jejak pembiayaan berkelanjutan yang diakui di tingkat internasional. Tidak hanya melalui pembiayaan, kami juga memberikan pendampingan berbasis insights dan pemahaman kebutuhan bisnis agar korporasi dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, berdampak, dan berkelanjutan, baik bagi kelangsungan usaha maupun lingkungan,” ujar Director of Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin.

Selama 2024-2025, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan ke berbagai proyek strategis, antara lain:
  • Proyek Waste-to-Energy (WTE) Palembang, di mana Bank DBS Indonesia bertindak sebagai penasihat keuangan dan penyedia pembiayaan sebesar USD 70 juta dari total fasilitas sindikasi USD 100 juta. Proyek ini mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan dengan mengonversi 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik berkapasitas 20 MW.
  • PT TBS Energi Utama Tbk (Electrum), dengan pembiayaan Green Loan kolaboratif senilai USD 15 juta, yang di dalamnya termasuk kontribusi Bank DBS Indonesia sebesar USD 5 juta. Pendanaan ini memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan jaringan battery-swapping station nasional dan penyediaan 130 unit kendaraan listrik bagi layanan Grab.
  • Princeton Digital Group (PDG), melalui pembiayaan Green Loan sebesar Rp1,7 triliun untuk pengembangan kampus pusat data (data center) hyperscale JC2 di Cibitung berkapasitas 22MW untuk mendukung ekosistem kecerdasan buatan (AI). Fasilitas ini merupakan data center pertama di Indonesia dengan sertifikasi Green Mark Platinum.
  • PT Indo-Rama Synthetics Tbk, melalui fasilitas Sustainability-Linked Trade Finance senilai USD 20 juta yang terhubung dengan Sustainability Performance Targets. Skema ini mendorong peningkatan kinerja lingkungan perusahaan, termasuk efisiensi energi, pengelolaan air, dan penurunan emisi.

Tak sekadar menyediakan pembiayaan, Bank DBS Indonesia juga hadir dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari solusi pembiayaan hijau dan inklusif, layanan advisory ESG, hingga komitmen internal pada praktik bisnis yang bertanggung jawab. Dengan jaringan regional yang kuat serta tim spesialis yang memahami dinamika industri, Bank DBS Indonesia dapat menjadi penggerak penting bagi pertumbuhan yang tahan krisis dan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Untuk memastikan penerapan dan penyaluran pembiayaan berkelanjutan tersebut sejalan dengan Pilar Keberlanjutannya, Bank DBS Indonesia juga memiliki tim ahli yang tergabung dalam Indonesia Sustainability Council (ISC). Sebagai bagian dari DBS Group Sustainability Council, tim ini bertugas mengarahkan strategi terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola ESG serta memastikan keselarasan dengan fokus bank yang tertuang dalam tiga pilar keberlanjutan, yakni Responsible Banking, Responsible Business Practices dan Impact Beyond Banking.

Sebelumnya, Bank DBS Indonesia telah menerima berbagai penghargaan internasional lainnya, seperti Euromoney Award untuk Best ESG Bank (2024), mengukuhkan perannya dalam mendanai ekonomi hijau dan mendukung target net zero, serta Finance Asia Best Bank for ESG (2025) atas inisiatif ESG yang holistik.

Sustainable Finance Awards 2026 diikuti oleh institusi keuangan dari 56 negara, wilayah, dan distrik.  Penghargaan ini memberikan pengakuan kepada para pemimpin global, regional, dan lokal dalam pengembangan pembiayaan yang dirancang untuk memitigasi dampak perubahan iklim dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Penilaian dilakukan berdasarkan kebijakan tata kelola, target keberlanjutan, serta capaian terukur dalam pembiayaan lingkungan dan sosial.

[SELESAI]

Tentang DBS

DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 19 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.

Dikenal dengan kepemimpinan globalnya, DBS dinobatkan sebagai  “World’s Best Bank” oleh Global Finance, “World’s Best Bank” oleh Euromoney dan “Global Bank of the Year” oleh The Banker. DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, yang terpilih sebagai “World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney dan “Most Innovative in Digital Banking” di dunia oleh The Banker. Selain itu, DBS mendapatkan penghargaan “Safest Bank in Asia“ dari Global Finance selama 17 tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2025.

DBS menyediakan layanan perbankan menyeluruh bagi seluruh nasabah di segmen ritel, UKM, dan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan besar di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar yang paling dinamis di kawasan ini.

Didirikan pada tahun 1989 sebagai bagian dari DBS Group yang berpusat di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) merupakan salah satu bank dengan sejarah terpanjang di Asia. Saat ini, Bank DBS Indonesia beroperasi dengan 1 Kantor Pusat, 13 Kantor Cabang, 16 Kantor Bantuan, 1 Kantor Fungsional, dan 3.011 karyawan aktif di 15 kota besar di Indonesia. Bank DBS Indonesia menyediakan layanan perbankan komprehensif yang berfokus pada pengalaman pelanggan untuk ‘Live more, Bank less’. Kami juga memiliki tujuan di luar perbankan dan berkomitmen untuk mendukung pelanggan, karyawan, dan masyarakat menuju masa depan yang berkelanjutan.

PT Bank DBS Indonesia merupakan bank yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, serta merupakan anggota yang diasuransikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia.

DBS berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui praktik perbankan yang selaras dengan nilai dan budaya Asia. Melalui DBS Foundation, bank menciptakan dampak melampaui perbankan dengan meningkatkan kualitas hidup dan mata pencaharian mereka yang membutuhkan. Bank menyediakan kebutuhan dasar bagi komunitas rentan, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, bank juga mendukung wirausaha sosial yang inovatif dan menciptakan dampak positif.
Dengan jaringan operasional ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir menarik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.dbs.com.