Selain itu, memulai lebih awal juga memberi ruang untuk lebih fleksibel dalam mengambil risiko dan menyesuaikan strategi investasi seiring perubahan kondisi ekonomi. Dalam perjalanan jangka panjang menuju pensiun, akan selalu ada siklus pasar yang berbeda, sehingga konsistensi berinvestasi sejak dini membantu Gen Z memanfaatkan berbagai peluang sekaligus membangun kebiasaan finansial yang disiplin.
2. Pikirkan Kebutuhan Pensiun Secara Menyeluruh, Bukan Sekadar Biaya Hidup Dasar
Banyak orang terjebak menyiapkan dana pensiun hanya untuk kebutuhan pokok seperti makan, tempat tinggal, dan biaya kesehatan. Padahal, masa pensiun yang nyaman tidak hanya soal bertahan hidup, tetapi juga menjaga kualitas hidup. Aktivitas seperti olahraga, traveling, atau menjaga relasi dengan teman tetap membutuhkan biaya agar keseharian tetap bermakna dan menyenangkan.
Karena itu, penting untuk menghitung kebutuhan pensiun secara lebih realistis sejak awal, termasuk pengeluaran untuk gaya hidup dan aktivitas yang mendukung kesehatan fisik maupun mental. Dengan perencanaan yang lebih komprehensif, dana pensiun tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memungkinkan seseorang menikmati masa tua dengan lebih aktif, mandiri, sejahtera, dan menyenangkan.
Untuk membantu proses ini, kamu bisa mencoba Retirement Goal Calculator dari Bank DBS Indonesia. Kalkulator ini dirancang untuk membantu menghitung kebutuhan dana pensiun secara lebih menyeluruh, termasuk komponen gaya hidup yang ingin dipertahankan, sekaligus menunjukkan apakah kondisi finansial saat ini sudah cukup untuk mencapai tujuan tersebut. Sejalan dengan semangat ‘Live more, Bank less’, kehadiran kalkulator ini diharapkan dapat menyederhanakan proses perencanaan keuangan yang sering terasa kompleks, sehingga kamu bisa lebih fokus menikmati hidup hari ini tanpa khawatir tentang masa depan.
3. Siapkan Anggaran Bulanan yang Realistis
Bagi kaum muda yang baru merintis karier, pendapatan yang terbatas sering kali menjadi tantangan dalam mengatur keuangan. Karena itu, penting untuk menyusun anggaran bulanan yang realistis dan disiplin dalam mengelolanya.
Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah metode rasio 50-30-20. Dengan metode ini, 50 persen dari pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok (needs), seperti biaya makan, sewa tempat tinggal, transportasi, dan tagihan rutin. Lalu, 30 persen dapat digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi (wants), seperti hobi, hiburan, atau liburan. Sementara itu, 20 persen sisanya sebaiknya disisihkan untuk tabungan dan investasi, yang menjadi langkah awal dalam mempersiapkan dana pensiun dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Dengan membuat anggaran sejak awal, Gen Z dan milenial dapat lebih mudah mengontrol pengeluaran dan memastikan setiap rupiah digunakan sesuai prioritas.
4. Menyusun Strategi Investasi yang Sesuai dengan Fase Hidup
Investasi perlu dioptimalkan dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing individu. Bagi milenial, fokus investasi umumnya berada pada keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas, dengan alokasi sekitar 60-70 persen pada instrumen berbasis saham untuk mengejar pertumbuhan nilai, 20-30 persen pada obligasi guna menjaga stabilitas, serta 10-15 persen pada alternatif investasi seperti properti, komoditas, atau emas.
Sementara itu, bagi generasi muda yang baru memulai, instrumen berisiko rendah dengan arus kas rutin, seperti obligasi ritel dan reksa dana pendapatan tetap, dapat menjadi pilihan awal yang lebih aman. Terlepas dari pilihan instrumen, baik milenial maupun Gen Z perlu menekankan pentingnya memulai sejak dini dan berinvestasi secara konsisten melalui kontribusi berkala, pemantauan portofolio secara rutin, serta penyesuaian strategi sesuai kondisi ekonomi, agar tujuan finansial jangka panjang dapat tercapai secara berkelanjutan.
5. Pahami Siklus Ekonomi agar Strategi Pensiun Tetap Terjaga
Merencanakan dana pensiun itu bukan cuma soal rutin investasi, tapi juga soal peka terhadap siklus ekonomi. Setiap fase ekonomi, baik dalam kondisi pemulihan (recovery) maupun perlambatan atau resesi, selalu menghadirkan peluangnya masing-masing. Dengan memahami siklus ekonomi, kamu bisa lebih bijak memilih instrumen yang sesuai dengan kondisi saat itu. Misalnya, ada fase di mana instrumen yang lebih agresif bisa dioptimalkan, tapi di fase lain mungkin perlu lebih defensif untuk menjaga nilai portofolio.
Karena itu, strategi investasi tidak bisa bersifat statis. Kuncinya adalah melakukan review strategi pensiun secara rutin dan disiplin. Evaluasi portofolio, sesuaikan komposisi investasi bila diperlukan, dan pastikan semuanya tetap sejalan dengan target dana pensiun. Pada akhirnya, tujuannya bukan hanya mengejar imbal hasil yang tinggi, tetapi memastikan dana pensiun tetap aman dan cukup saat waktunya tiba.
Meskipun terkesan menakutkan, menyiapkan dana pensiun sebenarnya tidak harus rumit. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa menikmati masa tua tanpa harus khawatir masalah keuangan. Karena itu, kaum muda bisa mulai merencanakannya dengan menggunakan Retirement Goal Calculator Bank DBS Indonesia yang membantu menghitung semua kebutuhan di masa tua nanti. Mau coba? Hitung kebutuhan pensiunmu di dbs.com/pensiun-gak-susah/retirement-calculator.
Isu penuaan tidak hanya berkaitan dengan kelompok lansia, tetapi juga generasi muda yang perlu mulai mempersiapkan masa pensiun sejak dini. Pada tahap awal perjalanan finansial, fokus utama bukan hanya pada besar kecilnya nominal, tetapi bagaimana membangun kebiasaan yang sehat, mulai dari meningkatkan kapasitas pendapatan, mengalokasikan dana secara disiplin, hingga merasakan motivasi ketika melihat aset keuangan bertumbuh.
“Bagi generasi yang baru memulai, instrumen yang terdiversifikasi seperti reksa dana dapat menjadi langkah awal yang relatif mudah karena membantu mengelola risiko sekaligus memberikan potensi imbal hasil yang optimal. Sebagai mitra tepercaya, Bank DBS Indonesia hadir bagi seluruh kelompok usia untuk membantu mempersiapkan dan mengembangkan keuangan jangka panjang. Sebab mempersiapkan masa pensiun bukan sekadar menabung, tetapi memahami strategi sejak dini serta menjalankannya dengan disiplin dan konsisten,” ujar Head of Market Intelligence, Consumer Banking Group, PT Bank DBS Indonesia Boy Suhendry.
Dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari mitra keuangan yang tepat, Gen Z dan milenial dapat mulai menyiapkan masa pensiun yang aman, sejahtera, dan penuh makna sejak dini.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai inisiatif DBS Foundation terkait masyarakat menua atau ageing society, silakan kunjungi www.dbs.com/foundation/ageing.
[SELESAI]
Tentang DBS
DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 19 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.
Dikenal dengan kepemimpinan globalnya, DBS dinobatkan sebagai “World’s Best Bank” oleh Global Finance, “World’s Best Bank” oleh Euromoney dan “Global Bank of the Year” oleh The Banker. DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, yang terpilih sebagai “World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney dan “Most Innovative in Digital Banking” di dunia oleh The Banker. Selain itu, DBS mendapatkan penghargaan “Safest Bank in Asia“ dari Global Finance selama 17 tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2025.
DBS menyediakan layanan perbankan menyeluruh bagi seluruh nasabah di segmen ritel, UKM, dan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan besar di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar yang paling dinamis di kawasan ini.
Didirikan pada tahun 1989 sebagai bagian dari DBS Group yang berpusat di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) merupakan salah satu bank dengan sejarah terpanjang di Asia. Dengan 1 Kantor Pusat Operasional, 13 Kantor Cabang Utama, 14 Kantor Cabang Pembantu, 32 ATM yang tersebar di kota-kota besar serta 2.861 karyawan aktif di 15 kota besar di Indonesia, Bank DBS Indonesia menyediakan layanan perbankan komprehensif yang berfokus pada pengalaman pelanggan untuk ‘Live more, Bank less’. Kami juga memiliki tujuan di luar perbankan dan berkomitmen untuk mendukung pelanggan, karyawan, dan masyarakat menuju masa depan yang berkelanjutan.
PT Bank DBS Indonesia merupakan bank yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, serta merupakan anggota yang diasuransikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia.
DBS berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui praktik perbankan yang selaras dengan nilai dan budaya Asia. Melalui DBS Foundation, bank menciptakan dampak melampaui perbankan dengan meningkatkan kualitas hidup dan mata pencaharian mereka yang membutuhkan. Bank menyediakan kebutuhan dasar bagi komunitas rentan, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, bank juga mendukung wirausaha sosial yang inovatif dan menciptakan dampak positif.
Dengan jaringan operasional ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir menarik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.dbs.com.