Newsroom

Arifin Putra Biasa Syuting Tapi Sekarang Banking


***

INDONESIA,08 June 2018 -

Aktor kawakan Arifin Putra yang selama ini dikenal serius menggeluti dunia seni peran, kini tengah mencoba alih profesi menjadi seorang bankir. Bukan untuk mendalami peran sebuahfilm, tetapi menjadi bankir merupakan cita-cita terpendam aktor pemeran film The Raid 2 ini.

“Dari kecil saya punya cita-cita untuk menjadi seorang bankir, sepertinya keren. It look so cool! Terutama dari segi penampilan, yang selalu rapi, profesional dan terlihat smart. Waktu kecil saya suka berandai-andai kalau ditanya sama orang lain pekerjaan saya apa dan menjawab I am a banker. How cool is that!” jelas Arifin Putra.

Aktor kelahiran 1 May 1987 ini berkesempatan untuk bekerja sebagai pegawai di Bank DBS Indonesia. Arifin Putra ditugaskan di bagian Relationship Manager, Institutional Banking Group. Dalam video berdurasi enam menit berjudul “Arifin Putra: Biasa syuting, sekarang banking” yang diunggah melalui saluran YouTube DBS Indonesia (https://www.youtube.com/watch?v=WAf45PXBSEY), aktor kawakan tersebut menjalani keseharian sebagai pegawai di Bank DBS Indonesia.

Dimulai dengan pengenalan pegawai baru, Arifin Putra mengenakan pakaian formal ala eksekutif muda, sepatu pantofel, celana bahan, jas lengkap dengan dasi, di hari pertama ia bekerja. Ternyata ketika sampai di ruang meeting, semua pegawai mengenakan pakaian smart casual yang santai namun rapi. Berbeda dengan budaya bank pada umumnya, Bank DBS Indonesia memiliki kecenderungan yang lebih fleksibel dan menyenangkan.

“Berbeda banget ya dari seperti apa yang saya bayangkan. Saya selalu berpikir bahwa kalau bank itu selalu serius, penuh perhitungan dan kecenderungan budaya yang agak kaku dan birokrasi yang cukup rumit. Setelah mencoba jadi pegawai Bank DBS Indonesia ternyata sangat berbeda. Budaya perusahaan yang santai, tetapi juga serius. Ya... millennials banget gitu,” ujar Arifin Putra.

Tidak hanya berkesempatan menjadi bankir di Bank DBS Indonesia. Arifin Putra juga membintangi mini series SPARKS yang berskala internasional. Dalam mini series tersebut, Arifin Putra berperan sebagai Hendra Susanto, seorang bankir dengan latar belakang tech financing. Aktor peraih penghargaan Indonesia Movie Award 2015 ini beradu akting dengan aktor dan aktris kawakan internasional seperti James Yang, Jamie Ha dan Samantha Stainings. Mini series SPARKS ditayangkan di saluran resmi DBS

Video yang diunggah oleh DBS Indonesia ini menampilkan keseharian di Bank DBS Indonesia yang menghadirkan kemudahan dalam segala aspek, yang bahkan dimulai dari keseharian pegawai. Hal ini merupakan salah satu bentuk cerminan tagline baru Bank DBS Indonesia,  Live More, Bank Less.

DBS Live More, Bank Less merupakan layanan bank yang mudah, cepat dan cerdas sehingga kemudahan tersebut memberikan kesempatan nasabah untuk lebih menikmati hidup dengan memanfaatkan waktu untuk sesuatu yang lebih penting.

***

Tentang DBS  

DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan lebih dari 280 cabang di 18 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS hadir di tiga poros pertumbuhan utama di Asia: Republik Rakyat Tiongkok, Asia Tenggara dan Asia Selatan. Peringkat kredit “AA-” dan “Aa1” bank termasuk tertinggi di dunia.

DBS berada di garis terdepan dalam hal memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan dan dinobatkan sebagai “Bank Digital Terbaik di Dunia” oleh Euromoney. Kepemimpinan DBS juga diakui di kawasannya, terbukti dari gelar “Bank Terbaik di Asia”, yang diraihnya dari beberapa media, termasuk The Banker, Global Finance, IFR Asia dan Euromoney, sejak 2012. Selain itu, DBS dinobatkan sebagai “Bank Teraman di Asia” oleh Global Finance untuk sembilan tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2017. 

DBS menyediakan layanan menyeluruh untuk perbankan konsumen, UKM dan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan besar di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di wilayah paling dinamis di kawasan itu. DBS bertekad membangun hubungan langgeng dengan nasabahnya dan memberi manfaat positif kepada masyarakat melalui dukungan untuk wirausaha sosial, karena DBS menjalankan bisnis perbankan dengan cara Asia. DBS juga mendirikan yayasan senilai 50 juta dolar Singapura untuk memperkuat upaya tanggung jawab sosial di Singapura dan di seluruh Asia.

Dengan jaringan operasi luas di Asia dan penekanan pada keterlibatan serta pemberdayaan stafnya, DBS memberikan peluang karir menarik. DBS menghargai gairah, tekad dan semangat “kami bisa” di seluruh stafnya, yang berjumlah 24.000 orang, yang mewakili lebih dari 40 kebangsaan. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi www.dbs.com.

Back to results

Search News

Select Markets
From
To

Annual Reports

Annual Report 2018

Click here to read PT Bank DBS Indonesia's 2018 Annual Report - Perhaps that's why we were named
Best Bank in the World

View our previous Annual Reports