5 Tips Perencanaan Keuangan Untuk Keluarga Muda

5 Tips Perencanaan Keuangan Untuk Keluarga Muda

Dalam membuat skenario masa depan, ada banyak hal yang harus direncanakan. Mulai dari rencana membeli kendaraan, memiliki rumah, hingga tabungan pendidikan anak. Tentu, hal tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih ketika kita menyusun rencana untuk hidup bersama pasangan.

Jika sudah demikian, pasti muncul pertanyaan “harus memulai yang mana dulu?”. Langkah pertama yang harus diambil bagi para pasangan yang baru menikah adalah duduk bersama dan mendiskusikan perencanaan keuangan. Mengapa hal itu jadi yang utama? Tidak dapat dipungkiri, keuangan adalah hal yang krusial untuk masa depan dan berdampak pada aspek kehidupan lainnya, oleh karena itu harus dibicarakan sejak awal membangun sebuah keluarga.

Membuat perencanaan keuangan pada saat lajang dan saat setelah menikah amatlah berbeda. Lalu, bagaimana caranya agar tidak salah langkah?  Berikut adalah tips membuat perencanaan keuangan bagi keluarga muda yang bisa Anda terapkan.

1. Komunikasi yang baik dan keterbukaan

Seharmonis dan serasi apapun sebuah pasangan, pasti akan ada banyak perbedaan. Termasuk konsep dan pola dalam mengelola keuangan. Nah, perbedaan tersebut tidak akan jadi masalah besar apabila sejak awal sudah ada pembicaraan dan kesepakatan satu sama lain. Itulah pentingnya komunikasi dan keterbukaan ketika membuat perencanaan keuangan bersama.

Misalnya, Anda ingin mengutamakan cicilan rumah kemudian baru mengurus cicilan kendaraan, sedangkan pasangan Anda lebih memilih untuk mengambil cicilan kendaraan terlebih dahulu. Pada titik inilah Anda dan pasangan harus mengambil keputusan bersama, rencana mana yang paling cocok dengan kondisi keuangan bersama saat ini.

2. Membuat tabungan bersama

Tips perencanaan keuangan lainnya adalah buat satu arus pengeluaran dengan cara membuka tabungan bersama. Michael Fitzgerald, seorang Public Accountant bersertifikat di Houston, Texas, menyarankan bagi pasangan yang baru menikah untuk membuka tabungan bersama sehingga pemasukan dan pengeluaran dapat terkontrol dengan mudah.

Memang, penghasilan di awal pernikahan pasti sulit sekali untuk disisihkan sebagai tabungan karena akan ada banyak sekali kebutuhan yang harus dibeli. Namun, sekecil apapun penghasilan Anda dan pasangan, selalu usahakan untuk menyisihkannya sebagai tabungan. Nantinya, tabungan ini akan sangat membantu untuk biaya pendidikan anak di masa depan dan juga kebutuhan pengeluaran tak terduga.

3. Mencatat pengeluaran setiap bulan

Ini adalah satu hal yang sering terlewatkan dan dianggap sepele saat melakukan perencanaan keuangan. Padahal, mencatat pengeluaran per bulan sangat membantu untuk menghitung dan melihat apa saja pengeluaran yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan bisa dipotong di bulan depannya. Intinya, catatan ini berguna agar keuangan lebih terpantau.

Setelah membuat catatan dan mengevaluasinya, akan lebih baik lagi apabila Anda dan pasangan menetapkan pengeluaran maksimal per bulan. Jadi, akan ada semacam pembatas berapa maksimal dana yang digunakan untuk belanja setiap bulan dan menghindari pengeluaran yang seharusnya tidak terjadi.

4. Tentukan peran gaji siapa untuk apa

Nah, tips yang satu ini akan sangat berguna bagi pasangan yang sama-sama bekerja. Demi perencanaan keuangan yang berjalan lancar, sebaiknya ada kesepakatan bersama mengenai gaji siapa yang digunakan untuk pengeluaran apa.

Sebagai perumpamaan, jika gaji Anda lebih besar, maka bisa digunakan untuk membayar cicilan rumah, kendaraan, dan tagihan listrik. Sementara itu, gaji pasangan bisa dimanfaatkan untuk biaya keperluan ringan seperti membeli keperluan rumah, biaya makan, dan lainnya. Namun kembali lagi pada keputusan bersama yang telah disepakati. Usahakan semua sesuai dengan kondisi finansial yang dimiliki.

5. Menyisihkan dana untuk investasi

Pada dasarnya, melakukan perencanaan keuangan tidak hanya sekedar mengelola keluar masuknya uang, namun juga harus ada rencana finansial jangka panjang. Salah satunya adalah dengan mempertimbangkan berinvestasi bersama pasangan.

Saat ini, ada banyak jenis investasi yang bisa jadi pilihan. Namun memang, investasi ini perlu disesuaikan dengan kondisi finansial. Bagi Anda yang ingin investasi jangka panjang dengan risiko yang lebih terukur, maka sebaiknya Anda memilih reksa dana sebagai langkah awal.

Jika ingin mulai berinvestasi, Anda bisa memilih Batavia Enhanced Equity Strategy di Bank DBS Indonesia, reksa dana dengan risiko yang lebih terukur. Dengan reksa dana ini, Anda dapat memperoleh pertumbuhan modal jangka panjang dengan berinvestasi di saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, ini juga dapat dijadikan sebagai portofolio reksa dana utama yang layak dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang.

Itulah beberapa tips yang bisa diterapkan dalam membuat perencanaan keuangan. Bagi Anda yang sedang membangun keluarga muda, rencanakanlah sedini mungkin agar hidup lebih terarah dan berkualitas. Selamat mencoba!

 

Live Smart

 Ini Cara Orang Sukses Mengatur Keuangan Pribadi

Ini Cara Orang Sukses Mengatur Keuangan Pribadi

Baca Selengkapnya

Live Awesome

4 Kuliner Jepang Yang Wajib Dicoba
4 Kuliner Jepang Yang Wajib DicobaBaca Selengkapnya

Live Kind

Ingin mengembangkan Wirausaha Sosial? Ketahui 5 Strategi Ini

Ingin mengembangkan Wirausaha Sosial? Ketahui 5 Strategi Ini

Baca Selengkapnya

Live Well

Horseback Riding: Olahraga untuk Mental, Fisik dan Spiritual

Horseback Riding: Olahraga untuk Mental, Fisik dan Spiritual

Baca Selengkapnya