Di seluruh Asia, masyarakat telah merasakan dampak negatif dari perubahan iklim. Suhu yang melonjak,
naiknya permukaan air laut, dan banjir bandang adalah beberapa ancaman iklim yang memengaruhi wilayah ini. Jika dibiarkan, McKinsey
Global Institute memperkirakan bahwa ekonomi Asia dapat kehilangan sekitar USD 4,7 triliun PDB setiap tahunnya pada tahun 2050.
Tetapi ini tidak berarti masa depan kita jadi suram. Studi McKinsey Global Institute mencatat bahwa dengan
infrastruktur Asia yang masih berkembang, kita masih memiliki peluang besar mengelola dan mengurangi efek dari perubahan iklim.
Bisnis Berkelanjutan
Apa itu perusahaan berkelanjutan?
Tiga kata - triple bottom line (tiga pilar keberlanjutan).
Kebanyakan perusahaan didorong oleh keuntungan sebagai ukuran pertumbuhan. Namun, sebuah bisnis berkelanjutan, akan mengukur
tiga pilar keberlanjutan - keuntungan, orang, dan planet - sebagai keberhasilan kinerjanya. Dengan kata lain, perusahaan
berkelanjutan merumuskan strategi bisnis yang menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan sosial untuk para pemangku
kepentingannya.
Permintaan dan tekanan dari investor dan konsumen di Asia telah mendorong lebih banyak perusahaan untuk memasukkan
Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis mereka.
Survei yang dilakukan oleh DBS dan Bain & Company menemukan bahwa:
- 83% perusahaan di Asia yang menempatkan ESG sebagai prioritas tinggi, bersedia mengalokasikan sekitar 20% dari anggaran mereka dalam tiga tahun ke depan untuk proyek-proyek ESG
- 75% karyawan yang menjadi responden dalam survei mengharapkan perusahaan mereka untuk mengikuti praktik-praktik berkelanjutan

Keuntungan dan tantangan dalam bisnis Berkelanjutan
Mengimplementasikan praktik-praktik berkelanjutan memang membutuhkan investasi awal yang tidak sedikit. Namun ke depannya
perusahaan akan membuktikan bahwa keberlanjutan merupakan alat manajemen risiko yang efektif dalam:
1. Melindungi citra merek
Dalam era media sosial, bisnis yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat, dapat menjadi viral
dan berpotensi jadi sasaran boikot pelanggan. Tentunya ini akan merugikan daya saing dan kinerja keuangan perusahaan.
2. Menambah daya tarik untuk memikat investor baru dan mempertahankan loyalitas investor lama
Berbagai studi menemukan bahwa aset atau portofolio berkelanjutan memiliki risiko yang lebih rendah,
sehingga menjadikannya penawaran investasi yang menarik bagi investor.
Studi yang dilakukan Bank of America Merrill Lynch dan Bloomberg menemukan bahwa:
- Saham dengan skor ESG yang kuat, melampaui indeks S&P 500 yang lebih luas hingga 3 poin persentase setiap tahun, selama 2014 dan 2019.
- Pemimpin ESG MSCI di Asia menunjukkan deviasi standar yang lebih rendah (sebagai ukuran risiko) sambil memberikan pengembalian rata-rata yang
lebih tinggi dibandingkan dengan indeks MSCI EM Asia yang lebih luas.
3. Mengembangkan produk inovatif dan berkelanjutan
Empat dari lima konsumen yang peduli lingkungan dan sosial dalam survei oleh Bain & Company
mengatakan bahwa mereka akan dengan aktif merekomendasikan produk berkelanjutan yang disukai atau sebaliknya.
Salah satu inovasi di DBS adalah LiveBetter, platform digital yang dapat dimanfaatkan nasabah untuk melacak jejak
karbon mereka melalui pengeluaran kartu kredit/debit mereka. Aplikasi ini juga memungkinkan nasabah untuk mengambil
langkah-langkah proaktif dalam beralih ke investasi yang berkelanjutan seperti membeli kredit karbon, memilih pinjaman
renovasi hijau, dan mengakses investasi ESG, di antara fitur-fitur lainnya.
DBS juga memperkenalkan kartu hadiah dengan sistem QR sebagai alternatif berkelanjutan untuk amplop uang yang
digunakan dalam perayaan hari besar. Ini merupakan teknologi sentuhan digital yang dihadirkan untuk mengurangi
jejak emisi tradisi budaya yang sudah dipraktekkan sejak lama. Kartu hadiah QR mendukung misi Singapura dalam
mengurangi jejak karbon dari pencetakan uang baru yang berlebihan.
Perusahaan-perusahaan berkelanjutan terbaik di dunia
Survei Corporate Knights Global 100 tahun 2023 menemukan bahwa, “Bisnis yang serius mengenai keberlanjutan berkembang secara finansial.”
Seratus perusahaan teratas dalam survei ini menghasilkan sekitar 50% dari total pendapatan mereka dalam pendapatan berkelanjutan.
Di antara 100 perusahaan berkelanjutan teratas yang disebutkan dalam survei tersebut, 22% berada di Asia-Pasifik.
Tiga perusahaan teratas Asia-Pasifik dalam daftar tersebut adalah perusahaan energi bersih dari Taiwan dan China, Taiwan
High Speed Rail Corp dan Xinyi Solar Holdings Ltd, serta perusahaan pengembangan properti Singapura, City Developments Ltd.

Strategi DBS untuk Keberlanjutan
DBS menduduki peringkat teratas sebagai salah satu merek terkemuka Singapura
selama 11 tahun berturut-turut, menurut Indeks Persepsi Keberlanjutan Brand Finance 2023.
Survei tersebut memperkirakan bahwa komitmen bank terhadap inovasi digital dan keberlanjutan telah meningkatkan nilai mereknya hingga
21% menjadi USD 10,5 miliar, melampaui pesaing industri seperti United Overseas Bank dan OCBC Bank.
Untuk memperkuat komitmen kami terhadap netralitas karbon pada tahun 2050, DBS menjadi bank pertama di Singapura yang menandatangani
Aliansi Perbankan Netral Karbon. DBS telah menyisipkan pertimbangan sosial dan lingkungan ke dalam bisnis
melalui tiga pilar: (i) perbankan yang bertanggung jawab, (ii) praktik bisnis yang bertanggung jawab, dan (iii) dampak sosial di luar perbankan.
Praktik berkelanjutan bank meliputi mengubah operasional bisnis menjadi lebih efektif secara energi dan memberdayakan
karyawan untuk mengurangi limbah makanan.
Pada tahun 2022, DBS Newton Green, salah satu gedung kantor tertua DBS, menjalani peremajaan hijau. Gedung yang berusia 30
tahun tersebut mengonsumsi sekitar 845.000 kWh per tahun sebelum diperbarui dengan teknologi konsumsi energi rendah. Kini
gedung tersebut menjadi bangunan netral karbon pertama di Singapura.
Beberapa fitur baru termasuk pemasangan panel surya untuk mengaliri energi bangunan, merenovasi selokan dengan
'NEWBitumen' yang terbuat dari limbah plastik daur ulang dan limbah aspal yang diproses kembali, serta mengonversi
ruang yang sebelumnya berpendingin menjadi area yang memiliki ventilasi alami.
Di kantor pusat kami, Marina Bay Financial Centre, DBS juga membuka Better World Cafe, tempat karyawan bisa
merasakan makanan yang diproses secara berkelanjutan. Kafe ini menerapkan praktik pengadaan berkelanjutan
seperti mencari bahan dari peternakan dan pemasok lokal serta bermitra dengan perusahaan sosial Bettr Barista
untuk menawarkan minuman yang terbuat dari biji kopi yang diperoleh dengan bertanggung jawab.
Better World Cafe juga menyusun menu yang memaksimalkan penggunaan bahan-bahan di berbagai hidangan dan
menginstal stasiun kompos untuk melibatkan karyawan dalam upaya mengurangi sampah makanan. Kafe ini juga
mempekerjakan pegawai yang berasal dari kelompok marginal dari The Social Kitchen dan siswa dengan kebutuhan
khusus yang belajar di ASPN sebagai bagian dari tanggung jawab sosial DBS untuk menciptakan dunia yang lebih
baik untuk semua.
Membangun bisnis sambil menjaga dunia
DBS percaya dalam memobilisasi modal untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim. Hingga Maret 2023,
DBS telah mengembangkan portofolio keuangan berkelanjutan kami menjadi SGD 61 miliar, menyediakan pinjaman,
obligasi, dan pembiayaan perdagangan untuk mempercepat transisi perusahaan ke model bisnis yang berkelanjutan.
Studi Kasus::Mendorong Energi Terbarukan di Asia
DBS mendukung salah satu produsen gula dan energi hijau terbesar di India, Shree Renuka Sugars Limited, untuk menggandakan kapasitas destilasi etanol India dan mencampurkan 20% etanol dalam bensin pada tahun 2025. Bank membiayai dua proyek panel surya terapung terbesar di Asia, proyek 180MW di Taiwan dan
proyek 60MW di Singapura.

Karyawan DBS, Reagan Foo, mendampingi penerima manfaat dalam menggunakan layanan pemerintah digital dan aplikasi pembayaran
digital seperti DBS PayLah! sebagai bagian dari acara Let's Go Digital.
Sebagai bagian dari komitmen DBS untuk memajukan kewirausahaan sosial di Asia, kami meluncurkan DBS Foundation
pada tahun 2014. Yayasan ini memberikan dukungan multipihak kepada bisnis untuk kebaikan dan masyarakat lokal
termasuk pelatihan keterampilan, pembangunan kapasitas, serta dukungan keuangan untuk memperluas dampak mereka di Asia.
DBS juga memiliki program relawan aktif agar karyawan dapat terjun ke Masyarakat untuk membagikan keterampilan dan waktu mereka yang berharga.
Setiap karyawan diberikan dua hari cuti untuk terlibat dalam berbagai program relawan, termasuk membantu kelompok lansia,
penyandang disabilitas, dan masyarakat prasejahtera,
mengembangkan keterampilan untuk masa depan .