CEO DBS, Piyush Gupta mengatakan, “Sebagaimana yang kita cermati di seluruh wilayah operasional, Covid-19 menyebabkan kesulitan luar biasa bagi banyak orang, yang berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian. Di beberapa negara di mana kami beroperasi, seperti Indonesia dan India, terdapat kekurangan pasokan perlengkapan medis seperti testkit, sehingga memaksa petugas kesehatan untuk berperang melawan Covid tanpa perlengkapan yang memadai. Di tempat lain, termasuk Singapura, nasib masyarakat yang rentan semakin memburuk dan beberapa kelompok masyarakat terancam mengalami kelaparan. Kebutuhan benar-benar sangat besar, dan banyak masyarakat berinisiatif untuk melakukan perubahan. Sebagai bagian dari masyarakat, kami juga ingin bergabung dalam solidaritas bersama karyawan, nasabah, dan sesama warga Singapura untuk membantu mereka yang terdampak, sampai dengan hari di mana kita dapat melewati krisis ini bersama.”
Berdasarkan data Food Bank Singapore, situasi Covid-19 mengakibatkan adanya kenaikan permintaan akan bantuan makanan karena semakin banyak orang yang diharuskan mengambil cuti tanpa gaji atau kehilangan pekerjaan. Terkait hal ini, Food Bank Singapore, yang mendistribusikan jatah makanan kering atau produk segar kepada sekitar 360 organisasi penerima sumbangan di seluruh wilayah Singapura, mengamati bahwa jumlah sumbangan uang dan makanan menurun tajam.
Untuk mengatasi hal ini, DBS bekerja sama dengan Food Bank Singapore dan ItsRainingRaincoats dalam menjalankan sebuah inisiatif senilai SGD 2,5 juta untuk membagikan makanan kepada para lansia, masyarakat berpenghasilan rendah, dan pekerja migran. Sebagai permulaan, DBS akan menyediakan 200.000 porsi makanan untuk lansia dan masyarakat berpenghasilan rendah melalui program “Feed the City - DBS Edition” yang dicanang Food Bank Singapore. Makanan akan diperoleh dari lima belas toko makanan dan minuman, termasuk Koufu Group, Chang Cheng Group, Wee Nam Kee, dan Gao Ji, yang merupakan klien DBS SME. Dengan demikian, selain memberikan bantuan makanan untuk yang membutuhkan, DBS juga memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan bagi sektor makanan dan minuman yang terkena dampak cukup parah.
Melalui “Project Belanja”, 100.000 porsi makanan lainnya akan diberikan kepada pekerja migran yang didukung oleh ItsRainingRaincoats.
DBS mengajak seluruh karyawan untuk bergabung melakukan kebaikan yang dilaksanakan dalam pekan ini, di mana komitmen karyawan akan digandakan oleh perusahaan. DBS juga berharap publik dapat ikut serta: sumbangan dari publik untuk lansia dan masyarakat berpenghasilan rendah dapat diberikan melalui https://www.giving.sg/campaigns/dbsfeedthecity, sementara sumbangan makanan untuk pekerja migran dapat diberikan melalui https://www.giving.sg/campaigns/dbsprojectbelanja.
DBS akan memberikan sumbangan dana yang diperoleh untuk dua program pangan tersebut, hingga mencapai total SGD 500.000 dolar. Melalui dukungan dari karyawan dan sesama warga Singapura, DBS menargetkan untuk dapat menyediakan total 700.000 porsi makanan kepada mereka yang membutuhkan.
Co-founder Food Bank Singapore, Ms Nichol Ng mengatakan, “Situasi Covid-19 sangat mempengaruhi kemampuan kami untuk menjangkau para penerima bantuan, karena kami kehabisan makanan dan anggaran. Sebagaimana pasokan makanan mereka menurun, kami juga mencatat lebih banyak permintaan dari para penerima bantuan, karena mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan makanan selama waktu yang tidak pasti ini. Melalui dukungan Bank DBS, kami dapat terus menjalankan program “Feed the City”, dan memenuhi kebutuhan dasar bagi mereka yang terdampak.”
Founder ItsRainingRaincoats, Dipa Swaminathan mengatakan, “Dengan rendah hati kami menerima dukungan luar biasa yang diberikan oleh Bank DBS kepada para pekerja migran selama situasi krisis Covid ini. Terdapat hampir 750.000 pekerja di Singapura dan hanya sebagian kecil dari mereka yang tinggal di asrama. Banyak pekerja yang tinggal di tempat lain dan terus membutuhkan bantuan makanan selama masa sulit ini karena berbagai alasan: mereka menjalani karantina dan tidak dapat mengakses makanan, mereka tidak memiliki dana untuk membeli bahan makanan atau tidak dapat memasak karena penutupan dapur umum, dan lain-lain. Tim relawan kami bekerja sepanjang waktu untuk membantu setiap pekerja yang meminta bantuan karena kelaparan, melalui Project Belanja. Kami merasa sangat dibantu dalam menangani situasi ini dengan dukungan tambahan dari DBS dan kami percaya bahwa bersama-sama kita dapat membantu para pekerja, dan dengan melakukan hal ini, kita dapat membantu seluruh lapisan masyarakat mengatasi krisis ini.”
Pada bulan Februari, di tengah krisis Covid-19, Bank DBS bekerja sama dengan wirausaha sosial binaannya untuk mengirimkan care package, serta makanan dan minuman untuk rumah sakit dan masyarakat di seluruh wilayah Singapura. Inisiatif tersebut diberikan kepada lebih dari 32.000 tenaga kesehatan profesional serta kelompok masyarakat yang kurang mampu.
Bank DBS juga memiliki sejarah yang panjang dalam mendukung lansia, masyarakat berpenghasilan rendah, dan pekerja migran melalui program perusahaan dan komunitas. Sebagai contoh, program sukarelawan karyawan DBS bekerja sama dengan Lion’s Befrienders dan Ang Mo Kio Family Service Centre sejak 2015. Di Singapura, anak perusahaan DBS, POSB adalah satu-satunya bank yang bekerja dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyediakan layanan perbankan bagi para pekerja migran dan pekerja domestik asing.
Appendix 1
Berikut adalah daftar 15 wirausaha sosial di bidang makanan dan minuman yang akan menyediakan pasokan untuk DBS dan akan didistribusikan melalui Food Bank Singapore kepada lansia dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Appendix 2
Berikut adalah cuplikan apa yang DBS lakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak di lima negara:
Hongkong: DBS membantu kelompok lansia dan yang berisiko, termasuk keluarga berpenghasilan rendah, dalam mengatasi dampak pandemi. Dengan lebih dari 1,2 juta orang di Hongkong yang berusia 65 tahun atau lebih, dan hampir setengahnya (44%) hidup dalam kemiskinan, DBS akan bekerja dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan wirausaha sosial seperti Senior Citizen Home Safety Association, Foodlink Foundation, dan Agent of Change, untuk menyediakan lebih dari 30.000 paket kesehatan dan makanan untuk lansia yang rentan dan keluarga berpenghasilan rendah. Sumber daya DBS melalui Senior Citizen Home Safety Association juga akan memberikan 20.000 sesi layanan jangkauan tambahan, termasuk panggilan keluar dan kunjungan rumah perawat, untuk lebih menangani kesejahteraan emosional dan fisik lansia, yang mungkin menghadapi tantangan isolasi atau mobilitas yang lebih besar di tengah wabah.
Tiongkok: Lockdown dini memiliki dampak signifikan dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Namun, langkah tersebut masih berdampak pada warga lanjut usia, terutama mereka yang hidup sendiri atau yang memiliki kesulitan keuangan. Pekerja migran berpenghasilan rendah, yang biasanya bepergian dari provinsi yang kurang berkembang ke kota-kota yang lebih besar untuk bekerja, juga terpengaruh oleh penutupan sementara pabrik dan tempat kerja, dan menghadapi masalah keamanan kerja serta akses kepada kebutuhan sehari-hari seperti makanan. Untuk membantu meringankan beban, DBS bermitra dengan NPI, Green Food Bank, dan lainnya untuk meluncurkan program “Food for Care”, yang akan menyediakan sekitar 1,7 juta porsi makanan untuk masyarakat yang terkena dampak dalam 12 bulan ke depan. Lebih dari 50.000 individu berpenghasilan rendah juga akan menerima dukungan termasuk perlengkapan kebersihan pribadi dan pelatihan kerja.
Indonesia: Bank Dunia memperkirakan bahwa pandemi akan membuat jutaan orang jatuh miskin. Pada 7 April 2020, lebih dari 1,2 juta orang telah kehilangan pekerjaan atau penghasilan. Bank DBS Indonesia akan bermitra dengan LSM untuk menyediakan sekitar 275.000 porsi makanan untuk 11.500 pekerja harian di Jakarta, daerah sekitarnya, serta Jawa Barat. Kekurangan alat tes Covid-19 mempengaruhi kemampuan petugas pelayanan kesehatan untuk memerangi pandemi. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan akan menyumbangkan 100.000 unit alat rapid test, mesin reaksi berantai polimerase, dan pasokan medis lainnya kepada pemerintah Indonesia.
India: Di tengah meningkatnya jumlah kasus, alat uji dan alat pelindung diri bagi petugas kesehatan melakukan tes diagnostik tidak tersedia, demikian pula fasilitas dan peralatan penting. DBS bekerja sama dengan UNICEF, United Way, Metropolis Labs, dan lainnya untuk membantu meningkatkan infrastruktur kesehatan masyarakat, menyediakan pasokan dan peralatan medis, dan menyeponsori uji gratis bagi yang tidak mampu. Selain itu, ada populasi besar penerima upah harian yang terdampak oleh pandemi ini karena penghasilan mereka sangat berkurang dengan penutupan sementara pabrik dan tempat kerja. DBS bekerja sama dengan organisasi seperti Pratham, Akshaya Patra, dan United Way untuk menyediakan keseimbangan 2 juta makanan dalam bentuk pasokan makanan, serta makanan siap saji, bagi masyarakat terdampak.
Taiwan: Meskipun pandemi terkendali dengan baik, lansia yang tinggal sendirian di daerah pedesaan mengalami kelaparan, tidak dapat pergi ke pusat-pusat komunitas untuk makan bersama sebagaimana disediakan oleh organisasi nirlaba atau LSM. Sistem pengiriman makanan juga dipengaruhi oleh pandemi. Selain itu, banyak orang kehilangan pekerjaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan mereka. DBS Taiwan berencana untuk menyumbangkan 45.000 porsi makanan untuk mereka yang membutuhkan. Paket makanan berisi nasi, mie, abon, kerupuk jagung dan pembersih tangan. Semua produk dibeli dari wirausaha sosial.
Tentang DBS
DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 18 pasar, berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, memiliki pertumbuhan dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Cina, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" bank DBS termasuk yang tertinggi di dunia.
DBS, yang dikenal dengan kepemimpinan globalnya, telah dinobatkan sebagai “Best Bank in The World” oleh Euromoney, “Global Bank of the Year” oleh The Banker dan "Best Bank in the World" oleh Global Finance. Bank DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, yang diberi nama "World’s Best Digital Bank" oleh Euromoney. Selain itu, DBS telah mendapatkan penghargaan “Safest Bank in Asia” dari Global Finance selama sebelas tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2019.
DBS menyediakan berbagai layanan lengkap untuk nasabah, SME dan juga perbankan perusahaan. Sebagai bank yang lahir dan dibesarkan di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar paling dinamis di kawasan. DBS bertekad membangun hubungan langgeng dengan nasabah, dan berdampak positif terhadap masyarakat melalui dukungan perusahaan sosial dengan cara bank-bank Asia. DBS juga telah mendirikan yayasan dengan total dana senilai SGD 50 juta untuk memperkuat upaya tanggung jawab sosial perusahaan di Singapura dan di seluruh Asia.
Dengan jaringan operasional ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir yang menarik. Bank DBS mengakui gairah, tekad, dan semangat 28.000 karyawannya, yang mewakili lebih dari 40 kebangsaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.dbs.com.