Indonesia, 07 Jul 2026 - Pertumbuhan bisnis sering diukur dari besarnya keuntungan, jumlah pelanggan, atau valuasi perusahaan. Namun, bagi tiga
founder perempuan penerima DBS Foundation Grant Program ini, ukuran keberhasilan memiliki makna yang berbeda. Mereka memilih membangun usaha yang dapat berkembang dengan memberikan banyak nilai tambah untuk masyarakat secara berkelanjutan, mulai dari petani kecil, pasien di daerah terpencil, hingga penyandang disabilitas yang mencari kesempatan kerja.
Sebagai
purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia memaknai perannya lebih dari sekadar mitra finansial. Melalui pilar keberlanjutan
'Impact Beyond Banking', Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk mendorong inklusivitas secara lebih luas dengan memberdayakan bisnis berdampak sehingga menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Lewat DBS Foundation, komitmen ini hadir dalam bentuk nyata sekaligus tumbuh menjadi solusi yang menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Pada 2024, DBS Group memperkuat komitmennya dengan mengalokasikan tambahan pendanaan sebesar SGD 1 miliar untuk DBS Foundation dalam rentang 10 tahun ke depan yang disalurkan ke enam negara operasional DBS, termasuk Indonesia. Dalam penyelenggaraan DBS Foundation Grant Program 2025, sebanyak lima
social enterprise di Indonesia terpilih sebagai penerima hibah dengan total pendanaan mencapai SGD 850.000.
DoctorTool dan
KONEKIN merupakan penerima DBS Foundation Grant Program 2025, sementara
Java Fresh menjadi salah satu penerima pada 2024. Ketiganya terpilih dari ratusan proposal social enterprise dari berbagai negara. Meski menghadirkan solusi untuk isu yang berbeda, ketiganya memiliki benang merah yang sama:
ide yang lahir dari pengalaman nyata di lapangan dan berkembang sebagai solusi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat. Dari Kebun Desa ke Pasar Dunia Bagi
Margareta Astaman,
Co-Founder & CEO Java Fresh, perubahan itu dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana. Mengapa Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen buah terbesar di dunia justru tertinggal dalam ekspor buah segar?
“Sebenarnya Indonesia tidak kekurangan produksi. Kita kurang kualitas. Kenapa kurang kualitas? Karena petaninya belum mendapatkan insentif untuk menghasilkan produk sesuai standar ekspor,” kata Margareta dalam
Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan DBS Foundation baru-baru ini.
Sejak 2014, Java Fresh mendampingi petani kecil melalui pelatihan, sertifikasi internasional, sistem
grading, hingga sistem pembayaran yang lebih adil, mengingat sekitar 93 persen petani Indonesia merupakan petani mikro dengan lahan kurang dari satu hektare. Kini, Java Fresh telah bekerja sama dengan sekitar 3.400 petani di Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok, dengan produk manggis yang telah diekspor ke lebih dari 25 negara.
Bagi Margareta, persoalan di desa tak berhenti pada petani. Banyak perempuan desa minim pilihan hidup dan menikah muda karena tidak memiliki kesempatan bekerja. Karena itu, Java Fresh membangun enam
packing house di tengah desa, dengan mayoritas pekerja perempuan yang belum pernah memiliki pekerjaan formal.
“Kalau bisa dibilang, 99 persen pekerja kami adalah perempuan yang nol pengalaman kerja, bahkan di usia 40 tahun. Jadi, Java Fresh menampung banyak sekali
first jobber yang penuh semangat,” katanya.
Dukungan DBS Foundation membantu Java Fresh mengembangkan riset untuk memperpanjang umur simpan manggis serta teknologi pascapanen, termasuk uji coba pengiriman lewat kontainer laut yang berpotensi menurunkan biaya logistik dan menghubungkan lebih banyak petani ke pasar global.
Teknologi untuk Kesehatan yang Lebih Merata Semangat perubahan juga datang dari dunia kesehatan.
Elisa Yoshigoe Wijaya, CCO &
Co-Founder DoctorTool, melihat langsung kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia, dari ketimpangan kota-daerah, distribusi dokter spesialis yang belum merata, hingga tingginya beban administrasi tenaga kesehatan.
“Sebelum kita bisa pintar dan berdaya secara ekonomi, yang kita butuhkan pertama kali adalah sehat. Kalau sehat, kita bisa melakukan apa saja,” kata Elisa.
DoctorTool mengembangkan sistem rekam medis digital yang terintegrasi dengan BPJS dan SATUSEHAT, sehingga dokter dapat mengakses riwayat pasien dalam hitungan detik, memangkas antrean, mempercepat pelayanan farmasi, serta memanfaatkan
AI Clinical Decision Support dalam pengambilan keputusan klinis, termasuk untuk mendukung penanganan stunting. Teknologi ini kini beroperasi di 37 provinsi dan menjangkau sekitar 15 juta penerima layanan kesehatan.
“Kami percaya AI bukan untuk menggantikan dokter, tetapi untuk membantu mereka agar punya lebih banyak waktu melakukan hal yang paling penting, yaitu berinteraksi dan menganalisis kondisi pasien secara langsung,” ujar Elisa.
Melalui dukungan DBS Foundation, DoctorTool memperkuat pengembangan AI, infrastruktur teknologi, dan kapasitas tim engineering untuk menyempurnakan fitur
clinical decision support tersebut.
Membuka Pintu Kesempatan yang Setara
Cerita lainnya berangkat dari pengalaman personal
Marthella Sirait, CEO KONEKIN Indonesia, saat mengajar di sebuah desa terpencil di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Di sana ia bertemu tiga murid penyandang disabilitas yang hampir tidak memiliki akses pendidikan maupun peluang masa depan.
“Saya punya janji pribadi. Kalau saya tidak bisa menyelesaikan semua masalah pendidikan di Indonesia, setidaknya saya ingin membantu tiga murid saya ini agar percaya bahwa mereka tetap bisa sekolah, bekerja, dan punya masa depan,” kata Marthella.
Janji itu berkembang menjadi KONEKIN, sebuah platform yang menjembatani penyandang disabilitas dengan dunia kerja. Menurut Marthella, tantangan terbesar bukan hanya lapangan pekerjaan, tapi juga akses informasi dan kesiapan perusahaan untuk merekrut tenaga kerja disabilitas.
Melalui dukungan DBS Foundation, KONEKIN mengembangkan platform AI untuk membuat CV yang
ATS-friendly, sistem verifikasi kandidat bagi perusahaan, Bersiap Academy untuk kesiapan kerja, serta program
disability awareness bagi perusahaan, yang kini berkolaborasi dengan kawasan industri seperti Karawang, dengan target peserta pelatihan meningkat dari 150 menjadi 500 orang.
“Kami ingin membuat akses pekerjaan menjadi lebih adil dan bisa dijangkau oleh 17 juta penyandang disabilitas usia kerja di Indonesia,” ujar Marthella.
Ketika Bisnis Menjadi Kekuatan PerubahanBagi DBS Foundation, kisah ketiga perempuan ini membuktikan bagaimana dampak melampaui perbankan diwujudkan secara nyata, yakni ketika bisnis yang berani berpikir berbeda mampu menjadi kekuatan penyelesaian berbagai tantangan sosial. Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation,
Mona Monika, mengatakan pihaknya ingin memperbanyak dampak baik yang membawa harapan bagi masyarakat.
“Di tengah berbagai tantangan yang ada, masih banyak pemimpin wirausaha sosial yang terus bergerak menciptakan perubahan. Kami ingin semakin banyak orang mengetahui bahwa kebaikan itu nyata dan bisa memberikan dampak besar sekaligus menghadirkan solusi berkelanjutan atas berbagai tantangan sosial,” tutup Mona.
DBS Foundation membuka kesempatan kepada lebih banyak
social enterprise untuk bergabung dalam DBS Foundation Business for Impact (BFI) Grant Program 2026. Dengan dana hibah yang dapat mencapai
SGD 250.000 per penerima, DBS Foundation mendukung
social enterprise dengan model bisnis berkelanjutan dan rekam jejak dampak sosial yang terukur.
Bagi para wirausaha sosial yang ingin memperkuat kapabilitas sekaligus memperluas jangkauannya secara berkelanjutan, DBS Foundation masih membuka pendaftaran hingga
13 Juli 2026 dengan informasi lengkap yang dapat diakses melalui
go.dbs.com/Grant2026
[SELESAI]Tentang DBS FoundationDidirikan pada tahun 2014, DBS Foundation berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka yang membutuhkan. Yayasan ini menyediakan kebutuhan dasar bagi masyarakat kurang mampu, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, yayasan ini juga mendukung usaha sosial inovatif yang menciptakan dampak positif. Tujuannya adalah memberikan harapan bagi mereka yang kurang beruntung hari ini, sehingga tidak ada yang tertinggal dan kita semua dapat menghadapi masa depan dengan keyakinan.
Pada tahun 2024, DBS berkomitmen untuk menyalurkan hingga SGD 1 miliar dolar selama satu dekade ke depan guna mendukung komunitas yang rentan. DBS juga berjanji untuk menyumbangkan 1,5 juta jam kerja sukarela karyawan selama periode yang sama.
Bersama dengan ekosistem mitra yang sevisi, DBS Foundation berupaya menciptakan dampak yang melampaui batas perbankan, melampaui batas negara, dan melampaui generasi.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:
www.dbs.com/dbsfoundation.
Tentang DBS DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 19 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.
Dikenal dengan kepemimpinan globalnya, DBS dinobatkan sebagai
“World’s Best Bank” oleh Global Finance,
“World’s Best Bank” oleh Euromoney dan
“Global Bank of the Year” oleh The Banker. DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, yang terpilih sebagai
“World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney dan
“Most Innovative in Digital Banking” di dunia oleh The Banker. Selain itu, DBS mendapatkan penghargaan
“Safest Bank in Asia“ dari Global Finance selama 17 tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2025.
DBS menyediakan layanan perbankan menyeluruh bagi seluruh nasabah di segmen ritel, UKM, dan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan besar di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar yang paling dinamis di kawasan ini.
Didirikan pada tahun 1989 sebagai bagian dari DBS Group yang berpusat di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) merupakan salah satu bank dengan sejarah terpanjang di Asia. Dengan 1 Kantor Pusat Operasional, 13 Kantor Cabang Utama, 14 Kantor Cabang Pembantu, 32 ATM yang tersebar di kota-kota besar serta 2.861 karyawan aktif di 15 kota besar di Indonesia, Bank DBS Indonesia menyediakan layanan perbankan komprehensif yang berfokus pada pengalaman pelanggan untuk ‘Live more, Bank less’. Kami juga memiliki tujuan di luar perbankan dan berkomitmen untuk mendukung pelanggan, karyawan, dan masyarakat menuju masa depan yang berkelanjutan.
PT Bank DBS Indonesia merupakan bank yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, serta merupakan anggota yang diasuransikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia.
DBS berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui praktik perbankan yang selaras dengan nilai dan budaya Asia. Melalui DBS Foundation, bank menciptakan dampak melampaui perbankan dengan meningkatkan kualitas hidup dan mata pencaharian mereka yang membutuhkan. Bank menyediakan kebutuhan dasar bagi komunitas rentan, serta mendorong inklusi dengan membekali mereka yang kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan dan digital. Selain itu, bank juga mendukung wirausaha sosial yang inovatif dan menciptakan dampak positif.
Dengan jaringan operasional ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir menarik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi
www.dbs.com.