Desainer Baju Batik Indonesia yang Telah Mendunia

Popularitas batik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Memakai baju batik Indonesia tidak lagi harus pada saat acara resmi saja. Dulunya, identitas batik memang melekat dengan hal-hal 'kuno' dan ketinggalan jaman. Tetapi seiring dengan meningkatnya popularitas batik, pandangan tersebut pun mulai hilang. Terima kasih kepada mereka yang mempopulerkan baju batik Indonesia dan menjadikannya sebuah tren fashion. Ini tentunya tidak lepas dari peran para perancang lokal yang melalui 'tangan dingin' mereka berhasil membawa baju batik Indonesia merambah hingga dunia fashion internasional. Siapa sajakah mereka?
  1. Iwan Tirta
Lahir di Blora, Jawa Tengah, 18 April 1935, Iwan Tirta adalah perancang busana yang karya-karya bajunya menggunakan unsur batik. Batik rancangannya digunakan sebagai pakaian tradisional yang dikenakan para kepala negara pada pertemuan APEC tahun 1994. Pria lulusan London School of Economics dan Yale Law School ini memulai kecintaannya pada batik saat ia mengadakan riset seputar tarian di Susuhanan, Surakarta. Pada tahun 1966, ia menyelesaikan buku tentang baju batik Indonesia yang berisikan pola dan motif batik dengan aspek sejarah dan sosiologi. Ia kemudian mengubah pola-pola batik yang biasa digunakan untuk kerja menjadi lebih modern dan unik. Rancangannya berhasil masuk ke majalah internasional, seperti Vogue, Harper's Bazaar, Architechture's Digest, New York Times, Asia Weeks, dan National Geographic.
 
Batik Iwan Tirta telah dikenakan sejumlah pemimpin dunia, seperti Nelson Mandela, Ronald Reagan, dan Bill Clinton. Iwan Tirta juga pernah diminta merancang busana batik untuk George W. Bush dan istrinya. Selain itu, koleksinya juga pernah ditampilkan dalam berbagai pagelaran busana, seperti Paris, Rio de Janeiro, Tokyo, Sydney, dan New York. Di Indonesia, busana karya Iwan Tirta cenderung digemari oleh kalangan atas. Harga satu kemeja batik bervariasi, ada yang seharga Rp 6 juta dan ada juga yang mencapai Rp 15 juta. Walau sudah wafat pada tahun 2010, filosofi Iwan Tirta mengenai dunia fashion Indonesia tetap tercermin melalui berbagai private collection dan fashion show yang rutin diadakan oleh timnya.

 
  1. Ghea Panggabean
Ghea Sukasah Panggabean lahir pada tanggal 1 Maret 1955 di Rotterdam, Belanda. Sejak kecil, Ghea memiliki hobi menggambar. Ia mulai menekuni dunia fashion ketika ia melanjutkan pendidikan kuliahnya di Lucie Clayton College of Dress Making Fashion Design pada tahun 1976 hingga 1978. Lalu pada tahun 1979, Ghea diterima di sebuah institusi pendidikan bernama Chelsea Academy of Fashion, London. Setelah cukup lama menyerap pengetahuan dalam dunia fashion, Ghea mulai merintis kariernya sebagai designer muda. Dalam setiap peragaan busana, Ghea gemar menggunakan motif kain tradisional dan baju batik Indonesia. Salah satu karyanya yang mencuri perhatian adalah ketika ia menggunakan motif jumputan Palembang dan Jawa. Kecintaannya terhadap Tanah Air mendorongnya untuk memodernisasikan tekstil nusantara dalam konteks busana keseharian yang lebih mudah dikenakan oleh wanita. Karakteristik karya Ghea cenderung berbahan beludru, motif jumputan dan aksesoris antik. Ghea selalu menyisipkan tata rias dramatis dan  kacamata hitam yang mengingatkan penggemarnya bahwa meski telah berkaya selama tiga dekade, Ghea tetap selalu memberikan elemen fun dalam setiap fashion show-nya.



  1. Ramli
Perancang kelahiran 1 November 1954 ini memiliki perhatian khusus terhadap kain tradisional, salah satunya baju batik Indonesia. Minat pertamanya pada dunia fashion bermula pada bordir. Berkat Ramli, bordir yang sebelumnya dipandang sangat lokal dan cenderung 'kampung’ bisa menjadi sebuah karya yang kemudian dipakai dan dinikmati masyarakat level menengah atas. Ia menggunakan banyak bordir dan sulaman yang kemudian menjadi kekuatan rancangannya.
 
Perancang yang wafat pada tahun 2013 itu mulai menggebrak baju batik Indonesia dengan jaket batik beritsleting, bolero batik dan gaun pesta. Di saat kain tersebut hanya dipakai sebatas untuk kain kebaya, Ramli justru memiliki keberanian untuk memberikan sentuhan modern dan global dalam rancangan batiknya. Selain baju pesta dan kebaya, karya Ramli juga hadir dalam bentuk pakaian kasual, busana kantor, tunik, hingga gamis.



  1. Poppy Dharsono
Wajah Poppy Dharsono mungkin tidak asing di mata Anda. Mengawali karirnya sebagai model, Poppy Dharsono cukup sering muncul di layar kaca lewat sederet film yang dibintanginya. Lahir di Garut, 8 Juli 1951, Poppy mulai mengawali karir di dunia mode saat ia menimba ilmu model di Modelling School Mag Institute, Paris dan melanjutkan studinya di Ecole Superieur De La Mode Guerre Lavigue, Paris. Kecintaannya yang tak pernah pudar pada dunia fashion Indonesia hingga saat ini tercermin dari bagaimana ia membangun dan mempertahankan semua warisan kain tradisional lokal, termasuk baju batik Indonesia.

Poppy Dharsono adalah salah satu perancang yang berusaha mendobrak persepsi baju batik Indonesia sebagai sesuatu yang kaku menjadi sebuah koleksi stylish yang bisa dipakai dalam berbagai acara. Beragam jenis batik dari berbagai daerah di Indonesia ia sulap menjadi busana ready to wear yang elegan dan modern. Poppy ingin terus berkarya dan memposisikan industri fashion Indonesia menjadi sama bersaingnya dengan industri fashion negara lainnya.



Sederet perancang Indonesia di atas berhasil membuktikan bahwa kain Indonesia itu tidak lagi kuno, apalagi bila diolah secara tepat dan cerdas. Gerai batik pun bisa ditemukan di berbagai tempat perbelanjaan. Tambah koleksi batik Anda dengan belanja menggunakan DBS Treasures Visa Platinum Debit Card yang membebaskan Anda dari biaya administrasi dan bebas biaya tambahan saat melakukan transaksi di ATM. Yuk, mulai lengkapi pengalaman perbankan dan gaya hidup Anda dengan DBS Treasures Visa Platinum Debit Card.

 

Live Smart

 Ini Cara Orang Sukses Mengatur Keuangan Pribadi

Ini Cara Orang Sukses Mengatur Keuangan Pribadi

Baca Selengkapnya

Live Awesome

4 Kuliner Jepang Yang Wajib Dicoba
4 Kuliner Jepang Yang Wajib DicobaBaca Selengkapnya

Live Kind

Ingin mengembangkan Wirausaha Sosial? Ketahui 5 Strategi Ini

Ingin mengembangkan Wirausaha Sosial? Ketahui 5 Strategi Ini

Baca Selengkapnya

Live Well

Horseback Riding: Olahraga untuk Mental, Fisik dan Spiritual

Horseback Riding: Olahraga untuk Mental, Fisik dan Spiritual

Baca Selengkapnya

Twitter Feed