Tiket Anda
Not Interested

Diet Sampah Plastik Dimulai Dari Mana? Ini yang Perlu Kamu Tahu!

5 Juli 2018
#LiveKind

Diet gak melulu tentang makanan atau minuman yang kita konsumsi. Diet yang saat ini sedang tren salah satunya adalah diet sampah plastik, termasuk kampanye diet kantong plastik yang dulu sempat ramai disosialisasikan. Banyak banget lho bahaya kantong plastik yang mengintai tanpa kita sadari!

Kamu sadar gak sih, belakangan ini semakin banyak pemberitaan mengenai menumpuknya sampah plastik? Apalagi sampah plastik yang menuju ke laut dan akhirnya mencemari ekosistem lautan.  Akibatnya banyak binatang laut (dan juga burung-burung) yang mati karena menganggap sampah-sampah plastik itu adalah makanan. Selain itu tingginya polusi di lautan, juga mempengaruhi kadar polutan yang terdapat pada makanan laut yang kita konsumsi.

You know what, menurut situs Forbes, Indonesia merupakan salah satu dari 5 negara di Asia yang membuang sampah plastik ke laut terbanyak dibandingkan dengan gabungan negara-negara lain di seluruh dunia. Bukan sekadar masalah Asia saja, persoalan mengenai bahaya limbah plastik merupakan masalah dunia. Limbah plastik negara Amerika Serikat sebanyak 33.6 juta ton dan hanya 9.5% saja yang didaur ulang. Faktanya, masyarakat Jakarta mampu menghasilkan sekitar 6.500 ton sampah dalam sehari.

Tidak harus menjadi aktivis lingkungan terlebih dahulu, dengan aksi sederhana dalam mengurangi sampah plastik atau diet plastik ini dapat dimulai dari kita sendiri. Begini caranya:

1. Diet kantong plastik dengan menolak kantong plastik yang diberikan.

Coba deh kamu pikir-pikir lagi, dalam sehari kamu bisa pegang berapa banyak kantong plastik sih? Lumayan banyak? Berarti saatnya diet kantong plastik harian kamu nih. Say no to plastic bag! Berani menolak kantong plastik yang diberikan ketika kamu berbelanja. Ganti kantong plastik kamu dengan tote bag atau kantong lipat yang dapat dipakai berulang-ulang.

2. Diet sedotan plastik dengan menolak sedotan sekali pakai.

Minuman dingin nan menyegarkan memang sangat enak dinikmati ketika hari panas, biasanya disajikan dengan sedotan. Namun tahukah kamu bahwa sedotan plastik sekali pakai yang kamu gunakan itu merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia?

Tolak dan kembalikan sedotan plastik sekali pakai tersebut. Lakukan diet sedotan plastik dengan menggantinya dengan sedotan berbahan baja, bambu, atau kaca yang bisa kamu bawa ke mana-mana. Sedotan yang lebih ramah lingkungan seperti ini sudah bisa kamu dapatkan di market place ataupun toko online. Bentuknya pun lucu-lucu lho!

3. Membawa kotak makan dan tempat minum sendiri.

Membawa bekal makanan ketika kamu beraktivitas dapat mengontrol asupan makanmu. Kotak kosongnya juga bisa kamu gunakan untuk membungkus makanan dan membawanya pulang. Gak perlu tuh membungkus menggunakan stereofoam. Hitung-hitung kamu juga diet kantong plastik kan?

Tidak bisa hidup tanpa kopi? Daripada memakai gelas karton atau plastik sekali pakai, bawa deh gelas tumbler-mu sendiri. Beberapa kedai kopi bahkan memberikan potongan untuk pelanggan yang membawa gelas wadahnya sendiri.

4. Membawa alat makan sendiri.

Selain membawa kotak makan dan botol minummu sendiri, jangan lupa untuk membawa alat makannya juga dong! Ketika kamu membungkus makanan, tolak deh sendok atau garpu plastik sekali pakai yang diberikan. Kamu bisa membawa dan menggunakan alat makan berbahan baja ataupun bambu yang lebih ramah lingkungan.

5. Tidak menggunakan pisau cukur sekali pakai.

Benda-benda plastik sekali pakai ini memang praktis dan murah, tapi pikir lagi deh bagaimana dampaknya bagi lingkungan. Cobalah cari pisau cukur yang bisa diisi ulang, meski harganya relatif lebih mahal. Setidaknya, sampah plastik yang dihasilkan dari pemakaian individu lebih sedikit kan?

6. Tidak menggunakan cotton buds bergagang plastik.

Cuma cotton buds kok. Terdengar sepele ya? Untuk perempuan, cotton buds ini gunanya banyak banget. Dari untuk menghapus riasan yang salah, penggunaannya juga bisa untuk bayi dan anak-anak. Kalau bisa nih, pilih yang bergagang karton ya. Bahan karton lebih mudah terurai dan lebih mudah untuk didaur ulang dibandingkan dengan plastik.

7. Tidak menggunakan produk perawatan dengan mikroplastik.

Microbeads atau mikroplastik ini adalah butiran-butiran kecil plastik (biasanya polyethylene atau polypropylene), digunakan pada produk perawatan atau produk pembersih sebagai scrub. Hayo, produk kecantikan kamu mengandung mikroplastik gak? Langsung cek sekarang deh!

Yang perlu kamu tahu, selain berbahaya bagi kesehatan, mikroplastik juga dapat merusak lingkungan. Bayangkan saja, mikroplastik yang sangat kecil itu terbuang ke laut sebagai limbah. Lalu dimakan karena dianggap plankton oleh hewan laut, dan akhirnya kembali ke tubuh kita, ketika kita mengkonsumsi makanan laut yang mengandung mikroplastik ini.

Sebagai milenial yang sadar lingkungan, cara diet kantong plastik atau diet plastik sekali pakai mana yang sudah kamu lakukan selama ini?

Kalau kamu sudah berusaha melakukan hal-hal di atas demi bumi dan lingkungan yang lebih baik, hal terakhir yang harus kamu ingat adalah membuang sampah pada tempatnya, kalau bisa pisahkan juga sampah menurut jenisnya ya!