4 Jenis Investasi Rendah Risiko yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Investor kenamaan asal Amerika Serikat, Warren Buffett, dikenal memiliki insting luar biasa dalam mengendus keuntungan. Dia dapat melihat investasi yang menguntungkan saat orang lain tidak menyadarinya.

Beragam komentarnya kerap menjadi rujukan dalam berinvestasi. Salah satunya ialah sarannya agar berhati-hati dalam berinvestasi. “Aturan nomor 1: jangan pernah kehilangan uangmu, aturan nomor 2: jangan lupakan aturan nomor 1,” kata Buffett.

Pernyataan Buffett ini bisa diartikan sebagai keharusan untuk selalu waspada. Selain itu, investasi yang bagus tidak selalu berisiko tinggi. Jenis investment rendah risiko juga bisa menjadi pilihan apik asalkan jeli dalam memilahnya.

Ada banyak jenis investasi rendah risiko yang menjanjikan. Lebih hebat lagi, belum banyak orang yang mengetahuinya. Maka, Anda bisa memulai terlebih dulu sebelum orang lain melakukannya.

Apa sajakah itu?

Karya Seni

Karya seni ternyata dapat menjadi jenis investasi rendah risiko yang bernilai tinggi. Berdasarkan sejarah, nilai benda-benda seni tidak berkaitan dengan kondisi umum yang kerap memengaruhi pasar modal ataupun obligasi. Artinya, harganya terbilang stabil dan malah cenderung meningkat.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Mei Moses Fine Art Index memperlihatkan ada kenaikan harga benda-benda seni pada paruh kedua abad ke-20. Per tahunnya, kenaikan rata-rata berkisar 10,5 persen.

Tentu saja ini fakta menggiurkan. Siapa yang tidak tertarik untuk mencobanya? Pasalnya, ada keuntungan tambahan kala mengoleksi beragam karya seni. Anda dapat menikmatinya sendiri. Terlebih lagi jika Anda benar-benar menyukainya.

Sempat bergairah pada 1980-an dan 2000-an, investasi karya seni berubah lesu saat terjadi krisis pada pertengahan 2008. Namun, tetap saja nilainya tidak turun dratis. Bahkan, saat ini, perlahan-lahan kembali naik.

Situasi ini memperlihatkan kelebihan karya seni sebagai salah satu jenis investasi. Risiko kehilangan uang akibat penurunan nilai sangatlah kecil. Jadi, tertarik untuk mengoleksi karya seni?

Wine

Kalau mendengar kata wine yang terbayang adalah sebuah minuman khas yang menggugah selera. Penikmatnya akan merasakan sensasi tersendiri ketika sedang mencicipi wine pilihan. Namun, siapa sangka, wine bukan sekadar barang konsumsi. Wine juga bisa menjadi pilihan jenis investasi rendah risiko yang menggiurkan.

Harga wine cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Menurut Reiss, kenaikan harga wine setiap tahun berkisar antara enam hingga 15 persen. Hal itu bisa terjadi karena semakin lama, suplai wine bertambah langka.

Tidak mengherankan, wine bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik. Terlebih belum banyak yang mengetahuinya. Namun, sebelum melakukannya, pastikan dulu memilih jenis wine vintage yang semakin langka. Harga wine dari Bordeaux dan beberapa wilayah lain di Prancis cenderung meningkat lebih tinggi. Namun, wine dari Italia, Amerika Serikat, serta Spanyol juga tak kalah menarik.

Selain itu, Anda juga perlu mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dulu, seperti tempat penyimpanan yang memadai.

Jenis investasi ini sebisa mungkin dilakukan dalam jumlah besar dan dengan kesabaran yang tinggi. Sebab karakter utama wine, semakin lama waktu pembuatannya, biasanya harganya akan bertambah tinggi.

Barang Antik

Bagi sejumlah orang, memiliki berbagai barang antik merupakan kepuasan tersendiri. Memandanginya atau sekadar mencarinya sudah menjadi hiburan tersendiri. Apalagi sejatinya benda-benda kuno juga merupakan sebuah jenis investasi rendah risiko.

Nilai barang antik cenderung naik dari waktu ke waktu. Sebab, semakin lama keberadaannya semakin sedikit. Bahkan bukan mustahil sebuah benda kuno akan sirna karena termakan usia. Inilah yang membuat harganya semakin lama bertambah mahal. Mirip seperi hukum ekonomi, suplai yang minim dengan permintaan tinggi akan meningkatkan harga.

Data yang dirilis Antique Furniture Price Index dapat menjadi bukti. Sejak 1968, mereka menemukan bahwa ada kenaikan harga furnitur antik hingga 21,5 kali lipat sampai sekarang. Maka, tidak ada salahnya untuk mencoba jenis investasi ini. Selain menjanjikan keuntungan, Anda dapat mendapatkan kepuasan yang tidak ternilai kala memperoleh barang antik.

Asuransi-Investasi

Sebagian besar orang sudah mengenal asuransi, terutama asuransi jiwa. Namun, belum semua tahu bahwa asuransi dapat menjadi sebuah jenis investasi rendah risiko. Akibatnya, belum banyak yang memanfaatkannya.

Saat ini sudah ada produk asuransi yang mengombinasikan dua produk sekaligus, yakni asuransi dan produk investasi. Prinsip kerjanya secara sederhana adalah dana yang disetorkan akan dipecah menjadi dua bagian. Sebagian untuk asuransi, sementara bagian lain akan disetorkan ke seorang manajer investasi.

Dari situlah, keuntungan dapat dipetik lewat asuransi-investasi. Selain mendapat jaminan perlindungan, Anda dapat memperoleh profit dari hasil investasi yang dilakukan. Biasanya jenis investasi ini memiliki nilai yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan bunga tabungan di bank.

Manulife Lifestyle Protector

Tertarik untuk mencobanya? Ya, Anda bisa memulainya bersama DBS dan Manulife dengan produk MiWealth ProtectiondanManulife Lifestyle Protector. Anda akan mendapatkan beragam keuntungan, mulai dari pertanggungan hingga usia 70 tahun serta kemudahan pilihan cara berinvestasi. Anda bisa menanamkan modal secara langsung ataupun bertahap. Bukan hanya itu, terdapat beragam pilihan jenis investasi. Nasabah dapat memilihnya untuk memastikan mendapat hasil investasi yang maksimal.

 

Live Smart

 Ini Cara Orang Sukses Mengatur Keuangan Pribadi

Ini Cara Orang Sukses Mengatur Keuangan Pribadi

Baca Selengkapnya

Live Awesome

4 Kuliner Jepang Yang Wajib Dicoba
4 Kuliner Jepang Yang Wajib DicobaBaca Selengkapnya

Live Kind

Ingin mengembangkan Wirausaha Sosial? Ketahui 5 Strategi Ini

Ingin mengembangkan Wirausaha Sosial? Ketahui 5 Strategi Ini

Baca Selengkapnya

Live Well

Horseback Riding: Olahraga untuk Mental, Fisik dan Spiritual

Horseback Riding: Olahraga untuk Mental, Fisik dan Spiritual

Baca Selengkapnya

Twitter Feed