Meningkatkan Skala Bisnis
ke Tingkat Regional

Sebuah bisnis mungkin dimulai dalam bentuk Usaha Kecil atau Menengah (UKM) di pasar lokal maupun nasional. Saat ini, kesempatan sebuah bisnis untuk diperluas dan berkompetisi di ranah ASEAN bahkan regional bukan lagi menjadi hal yang tidak mungkin.

DBS berbagi pandangannya mengenai langkah-langkah penting yang perlu diperhatikan pelaku bisnis untuk mendorong bisnisnya ke tingkat regional.

UKM harus secara konsisten dibekali pengetahuan dan informasi mengenai pasar Asia, sehingga para pelaku bisnis tersebut memiliki panduan arah berbisnis. Mereka perlu mengerti selera lokal dan jenis-jenis pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangakan bisnis di Asia.

Efisiensi Bisnis

Menjalankan bisnis di beberapa negara di Asia mengharuskan sejumlah pebisnis untuk memiliki arus kas, persediaan produk, dan jaringan distribusi yang efisien. Jika tidak, untuk memilikinya akan membiayai modal kerja perusahaan.

Berdasarkan studi Atradius Payment Practices Barometer yang diadakan oleh DBS di bulan November 2013, lebih dari setengah responden di setiap negara yang disurvei (Singapura, Hong Kong, China, India, Taiwan, dan Indonesia) setuju bahwa arus kas merupakan salah satu tantangan besar dalam meningkatkan keuntungan serta produktivitas.

Sebagai seorang pebisnis, sangat disarankan untuk lebih waspada dan terbuka untuk menguji setiap metode pendekatan untuk mengukur efisiensi sebuah bisnis. Perusahaan perlu menganalisis jaringan distribusi barang dan keuangan sebelum membandingkannya dengan industri. Hal ini dapat membantu pelaku bisnis UKM mengurangi biaya perbankan dan memiliki arus kas yang sehat untuk memastikan pertumbuhan produktivitas yang signifikan.

DBS melakukan sejumlah percobaan dalam pelayanan Working Capital Advisory. Efisiensi arus kas klien DBS yang berpartisipasi dalam pendekatan ini rata-rata bertambah sekitar 20-30 persen. Kenaikan sejenis ini relatif tinggi untuk sebuah bisnis. Oleh karena itu, layanan Working Capital Advisory dilengkapi dengan konsultasi komprehensif yang akan membantu seluruh klien DBS melihat semua sudut pandang yang penting bagi bisnis dan pengambilan keputusan.

Jaringan Bisnis Berdasarkan Karakteristik Pasar

Di Asia, walaupun negara-negaranya memiliki banyak persamaan, namun terdapat sejumlah perbedaan besar yang mengikutinya. Selera pasar terhadap produk, regulasi, dan kebutuhan operasional adalah sejumlah perbedaan yang mendasar. Oleh karena itu, jaringan bisnis yang baik harus dipelihara untuk membantu klien mengerti ketertarikan setiap pasar.

Setiap pemain di ranah UKM perlu melihat pasar Singapura sebagai pasar yang sangat berbeda dibandingkan Malaysia dan Indonesia, misalnya. Di pasar tersebut, UKM memiliki penawaran yang unik dan berbeda untuk produk mereka. Dalam waktu bersamaan, DBS mampu memberikan analisa lokal di setiap negara sesuai dengan kebutuhan klien. Hal ini membantu klien yang berasal dari Indonesia dalam merencanakan setiap langkah bisnis.

Teknologi Perbankan

Di era digital, transaksi yang lancar telah menjadi kebutuhan utama, dimana sebelumnya setiap jenis transaksi harus dilakukan di bank. Saat ini, semua dilakukan melalui telepon genggam. Valuta asing, misalnya. Valuta asing kini dapat dilakukan tanpa seorang Relationship Manager (RM).

Tanpa banyak kesulitan, mengajukan Surat Kredit dan mengatur penempatan deposit tidak perlu dilakukan di kantor cabang bank.

Dengan teknologi perbankan yang ada saat ini, merupakan hal yang lebih mudah bagi klien untuk melakukan transaksi bisnis dimanapun mereka berada. Walaupun mereka sedang tidak berada di dalam negeri, aktivitas bisnis di Indonesia tetap dapat diawasi.

DBS baru saja memperkenalkan platform bernama DBS IDEAL™ 3.0 yang telah memperoleh penghargaan. Dengan platform ini, klien dapat melakukan transaksi yang aman dimanapun dan kapanpun. Karena DBS IDEAL™ 3.0 tersedia di perangkat bergerak, DBS memperoleh peningkatan volume pembayaran sebesar 98% dengan 66% diantaranya merupakan pembayaran dengan level Straight to Payment.

Era digital telah membawa berbagai hal baru bagi industri perbankan. Sebagai contoh, DBS menambah layanannya dengan sebuah website spesifik untuk UKM, yaitu www.dbs.com/id/sme. Lebih jauh lagi, website ini tidak hanya dilengkapi dengan wawasan pasar Asia saja, namun juga menyediakan simulator pinjaman yang memungkinkan pengguna untuk menhitung modal kerja mereka. Semuanya terhubung secara online, dan menguntungkan UKM dalam mengukur prospek bisnis dan keuangan UKM.

Tiga tips tersebut akan membantu UKM mengembangkan bisnis mereka dan berkompetisi secara regional. UKM lain mungkin memandang Masyarakat Ekonomi ASEAN sebagai sebuah momok menakutkan, namun saat ini adalah saat yang tepat untuk melihat kesempatan besar dimana UKM asal Indonesia mendapat jalur ke ranah regional. Bagaimanapun, perencanaan yang matang merupakan sebuah keharusan.

Ide-ide pemicu dalam bisnis yang berkembang selalu menjadi motivasi untuk para pemain di ranah UKM. Ditambah lagi, menjadi rekan dalam pertumbuhan, sebuah bank harus memperoleh kepercayaan dan perilaku profesional dari klien mereka.

Kepercayaan dan perilaku profesional merupakan prioritas utama. DBS memiliki dua aspek ini. Bank ini selalu membantu dan mendorong bisnis kami. Kami merasa nyaman dengan DBS dan kami berharap hubungan baik ini terus berkembang.
Jimmy Dharmadi Pemilik Apex Indopacific

SEBARKAN SPARK DI SEKITAR KITA