DBS Foundation 50 Insights: Du’Anyam

by DBS Foundation

DBS Foundation 50 Insights: Du’Anyam

29 Juni 2018  
#LiveKind

Azalea Ayuningtyas, Melia Winata, dan Hanna Keraf telah memulai langkah visioner dalam membawa bangsa yang lebih baik lewat produknya, Du’Anyam. Perlahan tapi pasti, perubahan positif itu terus meningkat seiring berjalannya waktu. Mau tahu bagaimana cara sukses dirinya dalam mewujudkan cita-cita mulianya tersebut? Saksikan cuplikan singkatnya dalam DBS Foundation 50 Insights Video berikut ini.

Kerajinan Tangan Lucu Karya Du'Anyam ini Bisa Membantu Memperbaiki Taraf Hidup Perempuan di NTT

Setuju gak kalau tren conscious shopping mulai merambah pada generasi millennial? Mulai dari membeli barang-barang yang menggunakan sistem fair trade sampai membeli produk yang terkait dengan misi yang baik, doing something for a cause. Harga murah atau terjangkau memang cukup penting, tapi mereka rela merogoh kocek lebih dalam demi membeli produk yang kiranya dapat membantu kelangsungan hidup orang lain, dalam hal ini pemberdayaan perempuan, misalnya.

Tidak hanya itu, mulai banyak juga pengusaha millennial yang melirikkewirausahaan sosial sebagai bidang usaha mereka. Sudah tidak zamannya menjadi pengusaha yang biasa-biasa saja, beberapa dari mereka memiliki misi lebih lanjut untuk memajukan dan menaikkan taraf hidup komunitas tertentu, seperti Du'Anyam yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan kesehatan ibu hamil.

Apa sih Du’Anyam ini?

Du'Anyam adalah social enterprise atau wirausaha sosial yang berdiri pada tahun 2014 yang digawangi oleh Azalea Ayuningtyas bersama dua sahabatnya Melia Winata dan Hanna. Du'Anyam memulai proyek pertamanya di kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Provinsi ini merupakan salah satu provinsi termiskin dengan angka kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi di Indonesia. Du'Anyam melihat ini sebagai kesempatan untuk mengatasi masalah kesehatan ibu dan bayi baru lahir dengan memanfaatkan tradisi anyam-anyaman yang sudah ada, dan juga menyediakan pekerjaan alternatif bagi ibu hamil.

Gimana Asal Mula Lahirnya Du'Anyam?

Nama Du'anyam artinya adalah ibu yang menganyam atau weaving mother, diambil dari kata Dua (bahasa Flores yang artinya ibu) dan anyam. Seperti yang sempat dibilang tadi, bahwa Du'Anyam memberdayakan perempuan dengan memberikan lapangan pekerjaan alternatif bagi ibu hamil, supaya tidak melakukan pekerjaan berat di ladang yang dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan. Pemberdayaan perempuan melalui pembuatan kerajinan tangan lucu yang menjadi sumber pendapatan alternatif ini, para perempuan di Flores bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 500.000 per bulannya, yang nantinya dapat disimpan menjadi tabungan persalinan. Selain itu, Du'Anyam juga mengedukasi para ibu muda mengenai metode persalinan yang aman, sehingga dapat meningkatkan perilaku kesehatan para ibu.

Sejak awal berdirinya, program pemberdayaan perempuan Du'Anyam telah menyentuh hidup 30-40 orang penganyam yang bergabung dengan koperasi mereka. Sekitar 70 orang perempuan di Duntana dan Leowingu telah menjalani pelatihan menganyam sejak Du'Anyam memulai ekspansinya ke kota tetangga. Du’Anyam juga membantu melestarikan keahlian menganyam yang mulai hilang pada generasi lebih muda. Tidak hanya itu, beberapa jenis hasil anyaman kerajinan tangan lucu seperti keranjang sobe yang mulai punah, juga berhasil diselamatkan.

Tim Du’Anyam sendiri saat ini berjumlah 30 orang dan terdiri berbagai macam latar belakang dan keahlian, mulai dari kesehatan publik, organisasi sosial, management consulting hingga pemasaran. Wirausaha sosial dan program pemberdayaan perempuan Du'Anyam saat ini telah menerima sejumlah penghargaan, seperti Global Social Venture Competition 2015 dan MIT Ideas Global Challenge 2014

Program pemberdayaan perempuan Du'Anyam telah menyentuh hidup 30-40 orang penganyam yang bergabung dengan koperasi mereka

Apa Saja yang Telah Diproduksi oleh Du'Anyam?

Du'Anyam telah memproduksi sekitar 700 pasang sandal setiap bulannya. Selain itu masih ada contoh kerajinan tangan lucu lainnya seperti keranjang anyaman, tempat kartu nama, sarung untuk tablet, dompet, dan lainnya. Du'Anyam juga dapat memproduksi barang-barang sesuai pesanan tertentu, biasanya sih untuk perusahaan dan hotel di sekitar pulau.

Saat ini Du'Anyam juga telah berkolaborasi dengan brand fashion seperti Cottonink, Contempo, dan Impromptu untuk menjangkau anak muda yang socially conscious shopping seperti kamu.  Produk kerajinan tangan lucu dan unik Du’Anyam saat ini sudah bisa didapatkan secara online maupun offline. Dengan membeli produk kerajinan tangan lucu dari Du’Anyam, kamu sudah berkontribusi untuk kesehatan dan kelangsungan hidup ibu hamil di NTT lho!

Du’Anyam ini juga turut serta mempersiapkan suvenir untuk Asian Games 2018 lho! Dengan keikutsertaannya pada ajang olahraga terbesar di Asia ini, produk kerajinan tangan lucu dari Du'Anyam akan dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi sehingga program pemberdayaan perempuan mereka akan semakin sukses. Bangga dong tentunya!

Du’Anyam memproduksi keranjang anyaman, tempat kartu nama, sarung untuk tablet, dompet, dan lainnya

Du’Anyam memproduksi keranjang anyaman, tempat kartu nama, sarung untuk tablet, dompet, dan lainnya

By the way, Du'Anyam punya program Open Trip yang diadakan secara reguler lho! Kalau kamu tertarik ingin melihat sendiri bagaimana proses mama-mama di NTT menganyam kerajinan tangan lucu dan unik, coba deh sering-sering mengecek ke instagram mereka untuk info lebih lanjut mengenai jadwal tripnya. Jalan-jalan sambil melihat sendiri bagaimana pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan Du’Anyam di Flores, yakin deh kamu akan pulang sambil membawa ilmu dan pengalaman yang seru banget. Tertarik? Jangan lupa ajak teman-teman kamu juga dong!

Pengen lihat sendiri bagaimana para founder Du'Anyam yang sangat inspiratif ini buka-bukaan tentang bisnis sosial mereka? Cek video tentang Ayu, Melia, dan Hana di atas artikel ini!