Dapatkan informasi seputar aktivitas dan penawaran menarik dari PT Bank DBS Indonesia, dengan mengisi form di bawah ini:
DBS Live More Society

DBS Live More Society

#LivemoreKind

10 Pebisnis Sosial Ini Inspiratif Banget, Kenalan Yuk!

 

By Admin, 21 Desember 2021 #LivemoreKind

DBS Live More Society

Beri sambutan meriah untuk 10 pembuat perubahan yang membangun usaha sambil memberikan dampak sosial alias social entrepreneur.

Mungkin sebagian dari kita baru pertama kali mendengar kata pebisnis sosial atau social entrepreneur. Mereka adalah para pebisnis di bidang kewirausahaan sosial. Nah, sebelum berkenalan dengan para pengusaha sosial keren ini, mari kita membahas pengertian dari kewirausahaan sosial. Pada dasarnya, kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) adalah suatu cara atau pendekatan untuk menyelesaikan masalah sosial melalui strategi bisnis. Orang yang menjalankannya disebut social entrepreneur atau wirausaha sosial. Biasanya, kewirausahaan sosial lahir dari sebuah misi untuk memecahkan masalah sosial dan memberikan dampak sosial, serta berorientasi berkelanjutan.

Kabar baiknya, untuk para penggiat isu sosial, wirausaha sosial, pembuat perubahan, dan siapa saja yang selalu punya ide usaha sosial untuk direalisasikan,
Makadaya yang siap membantu mewujudkan impian kita melalui program Makadaya Fellowship. Makadaya adalah sebuah ruang dan jaringan strategis, yang didirikan untuk membantu perkembangan komunitas pembuat perubahan (changemaker) di Indonesia dalam mengembangkan solusi nyata dan berkelanjutan terhadap isu-isu di komunitas mereka. Saat ini Makadaya berpusat di Bali.

Makadaya Fellowship merupakan program selama 9 bulan di mana wirausaha sosial yang ide atau usahanya dipilih akan menjalani berbagai kegiatan menarik. Serunya lagi, para peserta program juga mendapatkan berbagai wawasan yang dapat membantunya meluncurkan dan/atau mengembangkan sebuah usaha sosial. Wah, ilmu penting, nih!

Di awal Januari 2021, Makadaya telah memilih 10 Makadaya Fellow dari berbagai daerah di Indonesia. Ide atau usaha sosial yang terpilih bergerak dalam 5 tantangan sosial lingkungan masyarakat, yaitu kesehatan masyarakat, kesejahteraan sosial, lingkungan, kesetaraan gender, pangan dan pertanian. Ini dia 10 Makadaya Fellow yang terpilih. Yuk, kenalan dengan mereka!

Baca Juga: Jurus Jadi Pemimpin Hebat Dari 10 Perempuan Paling Berpengaruh Di Dunia

1. Abrar Ashari Siregar
DBS Live More Society
Pernah lihat tumpukan limbah batok kelapa di pasar dan dibuang begitu saja? Hal ini menggerakkan Abrar yang datang dari Padanglawas, Sumatera Utara, untuk membangun usaha sosial yang bergerak dalam pengolahan limbah batok kelapa di desa Pasar Binanga, Sumatera Utara. Usaha sosialnya itu diberi nama Bagan Sinembah Gemilang. Abrar yang sangat menyukai pertanian dan memutuskan meninggalkan kuliahnya di bidang teknik untuk kuliah di politeknik jurusan pertanian. Abrar berharap dapat menjadikan pertanian sebagai jalan untuk membantu banyak orang, tidak hanya di daerahnya saja. Kini, langkah Abrar harus terhenti di bulan kedua fellowship untuk pergi ke Jepang, mengejar cita-citanya.

2. Seriany Tonglo
DBS Live More Society
Perempuan asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini adalah seorang seniman yang suka fashion upcycle, travelling, serta taman. Serin merasa terdorong untuk mengatasi kesenjangan sosial dan keuangan di Indonesia. “Sejak kecil, saya sudah ditanamkan prinsip kesetaraan sehingga saya tumbuh menjadi pribadi yang berani bermimpi besar. Namun di desa saya, keterlibatan dan partisipasi kaum perempuan dalam hal penentuan kebijakan desa masih rendah, fasilitas pendidikan masih minim dan juga angka anak-anak putus sekolah cukup tinggi yang berujung pada kemiskinan,” jelasnya.

Menurutnya, kemiskinan tersebut tidak jarang mengantarkan mereka pada praktek pernikahan dini sehingga mereka harus berhenti bermimpi. Keinginan untuk memecahkan isu inilah yang membuatnya menginisiasi Sangbuaran, usaha sosial yang bergerak dibidang pengolahan pangan lokal untuk memberdayakan masyarakat.

3. Aminatuzohrah
DBS Live More Society
Ami, panggilan akrab Aminatuzohrah, berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat pernah mengalami kegagalan ketika mengikuti ujian sertifikasi kompetensi 4 tahun lalu. Kegagalannya itu mengajarkan ia harus memegang kendali demi mewujudkan visinya untuk menginisiasi usaha yang berpenghasilan dan membuka lapangan pekerjaan bagi perempuan yang menganggur agar bisa mandiri.

Karena kepeduliannya pada kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan, ia mendirikan usaha sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan bernama Inner Beaute. Ami berharap program Makadaya Fellow dapat mengembangkan dirinya lebih jauh secara profesional dan belajar memimpin bisnisnya secara lebih efektif.

4. I Komang Sukarma
DBS Live More Society
Penyayang binatang ini datang dari Karangasem, Bali. Meski sempat putus sekolah saat SMK karena kesulitan secara finansial, Komang berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Udayana. Tahun 2018, ia mendirikan Cilota Bali, sebuah usaha sosial yang membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di daerahnya, dengan produk utamanya gula lontar organik. Di desanya, sumber daya pohon lontar memang melimpah ruah. Bersama timnya, ia mengoptimalkan lebih dari 250 pohon lontar serta mempekerjakan 90 warga desanya sehingga mereka mendapatkan penghasilan bulanan. Keren yaaa.

5. Endang Dzunuraini
DBS Live More Society
Sanggar Mbah Guru didirikan oleh Endang, perempuan asal Lamongan, Jawa Timur, untuk mengabadikan nilai-nilai yang dilakukan oleh kakeknya lebih dari 100 tahun yang lalu. Sang Kakek berkolaborasi dengan Nenek beserta 15 orang anaknya untuk memberdayakan warga sekitar dengan mendirikan sekolah formal pertama setingkat SD di desa mereka. Nenek mengajarkan keterampilan memasak, menjahit, membuat kue tradisional, dan membatik kepada remaja putri agar bisa mandiri dan mampu menopang kehidupan.

Kini, Sanggar Mbah Guru menjadi ruang di mana perempuan diberdayakan melalui berbagai aktivitas kebudayaan sehingga mampu memberikan dampak kesejahteraan dan pelestarian budaya. Dengan mengikuti Makadaya Fellowship, ia berharap mendapatkan lebih banyak ilmu sehingga usaha sosial rintisannya ini dapat berkembang dan berdampak lebih luas.

6. Ganis Shibarani
DBS Live More Society
Menginisiasi sebuah komunitas kesehatan untuk duafa, Gerak Peduli Indonesia, membentuk Ganis yang berasa dari Pasuruan, Jawa Timur, ini menjadi perempuan tangguh dan percaya pada kemahakuasaan Tuhan. Gerak Peduli Indonesia jugalah yang membuat Ganis terus bergerak maju dalam mengembangkan berbagai cara untuk membantu orang yang membutuhkan, terutama kamu duafa. Melalui Makadaya Fellowship, ia ingin terus tumbuh dan berkembang menuju Indonesia yang lebih sejahtera.

7. Muhammad Akmal Idrus
DBS Live More Society
Berawal dari pekerjaannya sebagai jurnalis, laki-laki asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini menemukan kondisi sosial yang dialami oleh warga Makassar, yaitu kesenjangan sosial. Sejahtera hanya dialami kalangan tertentu. Menurut ketua dari Kejar Mimpi Makassar ini, bantuan untuk masyarakat kurang mampu seringkali hanya untuk kebutuhan sesaat. Mereka butuh sesuatu yang berkelanjutan, yaitu lapangan pekerjaan dan pendidikan.

Akmal pun terjun ke usaha sosial, berharap kesejahteraan dapat dirasakan oleh semua kalangan dengan membangun Kejar Mimpi Makassar, sebuah komunitas yang berfokus pada isu lingkungan, edukasi, filantropi, dan pembangunan sosial ekonomi. Selama fellowship, Akmal ingin terus mengembangkan Rappo, sebuah usaha sosial yang berfokus pada upaya daur ulang yang ia rintis ketika pandemi Covid-19.

8. Riza Nisriinaa
DBS Live More Society
Ina, panggilan akrab Makadaya Fellows 2021 asal Jember, Jawa Timur ini aktif dalam penelitian mengenai kebijakan publik terhadap perubahan iklim di Jember sejak 2018 hingga 2020. Ia juga terlibat dalam Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) cabang Jember, sebuah organisasi yang berfokus pada perempuan dengan kondisi rentan.

“Aku dalam perjalanan mewujudkan mimpiku agar para korban kekerasan dalam rumah tangga, korban kekerasan seksual, dan para istri terpidana memiliki rasa percaya diri kembali. Memutar kembali roda perekonomian rumah tangganya, serta diperhatikan kesehatan mentalnya,” ceritanya. Semangaaat, Ina!

9. Sandi Mahendra
DBS Live More Society
Laki-laki asal Medan, Sumatera Utara, ini sangat tertarik pada isu-isu terkait kesejahteraan sosial, terutama kelompok marjinal. Ia sangat bersemangat mengikuti Makadaya Fellowship untuk mengembangkan ide usaha sosialnya, Terpandu, yang ia harap mampu memberikan dampak positif pada kelompok marjinal, terutama para mantan narapida yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Sandi percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.

10. Pande Made Beni Ariadi
DBS Live More Society
Hampir separuh usianya didedkasikan untuk untuk membantu para penyandang disabilitas di Bali. Beni yang berasa dari Tabanan, Bali, tumbuh dan besar di situasi yang sulit, salah satunya karena kondisi ayahnya, seorang penyandang tuna daksa. Beni pun bertekad untuk membantu dengan belajar membuat alat bantu kaki palsu bagi para penyandang disabilitas di Bali sampai sekarang.

“Saya yakin dan percaya bahwa dengan membantu penyandang tuna daksa untuk mandiri, dampak positif tidak hanya didapat untuk diri mereka sendiri, namun juga bagi keluarga dan lingkungannya,” cerita Beni di instagram @makadaya.id. Melalui Makadaya Fellowship, Beni berharap mendapatkan pengalaman, pengetahuan, serta bimbingan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha sosialnya yang bergerak dalam bidang daur ulang sampah plastik menjadi perabot rumah tangga dan kaki palsu sehingga memungkinkannya untuk memperluas bantuan yang ditawarkan kepada para penyandang disabilitas di Bali.

Setelah membaca kisah inspiratif yang mengandung bawang ini, wajar sekali bila kita jadi lebih bersemangat dalam membangun usaha sosial. Kalau tantangannya ada pada modal awal, kenapa tak memanfaatkan produk digibank Cashline dari digibank by DBS? Dana tunai ini selalu siap dicairkan kapanpun dan di mana saja dengan berbagai pilihan cicilan, baik harian maupun bulanan. Limit kreditnya hingga 200 juta, lho. Buruan cek detailnya ini.-

DBS Live More Society
DBS Live More SocietyDBS Live More SocietyDBS Live More SocietyDBS Live More Society

More #LiveSmarter Articles

Cek Artikel lainnya
Anti Ribet, Ini Cara Lapor Pajak Secara Online
#LiveSmarter6 Maret 2020

Anti Ribet, Ini Cara Lapor Pajak Secara Online

Tak terasa, kita sudah harus kembali mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan per orangan. Wajib diketahui bahwa akhir pelaporan surat akan berakhir pada 31 Maret 2020.

Read more
Terinspirasi Dari Cashless Society, GoPay Paparkan Strateginya
#LiveSmarter2 Maret 2020

Terinspirasi Dari Cashless Society, GoPay Paparkan Strateginya

Berkat kecanggihan teknologi, kini transaksi keuangan semakin dimudahkan. Salah satu nama besar yang sukses menerapkan kebiasaan ini adalah GoPay.

Read more
Tahun Baru, Kerjaan Baru. Ini Caranya Biar CV Kamu Dilirik
#LiveSmarter3 Februari 2020

Tahun Baru, Kerjaan Baru. Ini Caranya Biar CV Kamu Dilirik

Momen awal tahun biasanya jadi waktu yang tepat untuk melamar pekerjaan. Nah, siapa tahu kamu akhirnya bisa diterima di kantor impian. Caranya tentu dengan melampirkan CV yang baik dan menarik.

Read more