Pendapatan Tetap

Obligasi Negara Ritel

Informasi mengnai Obligasi Negara Ritel ("ORI") di PT Bank DBS Indonesia ("Bank DBS Indonesia") sebagai berikut:

Informasi ORI

Apa itu ORI?
ORI atau Obligasi Ritel Indonesia adalah obligasi atau surat utang yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia dan dijual kepada individu Warga Negara Indonesia melalui agen penjual resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah.

Apa tujuan penerbitan ORI?
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penjualan ORI digunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun berjalan.

Apa dasar hukum penerbitan ORI?
Dasar hukum ORI adalah Undang-undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42/PMK.08/2014 tentang Penjualan Obligasi Negara Kepada Investor Ritel di Pasar Perdana Domestik.

Berapa jumlah minimum dan maksimum untuk penempatan ORI?
Jumlah penempatan minimum dan maksimum ORI ditentukan oleh Pemerintah Indonesia dan bervariasi untuk setiap seri.

Apa saja biaya yang dibutuhkan untuk berinvestasi ORI?
Untuk memiliki ORI, Anda akan dikenakan biaya pembukaan rekening tabungan, biaya pembukaan rekening surat berharga, serta biaya transfer dana yang akan digunakan untuk memesan ORI. Jika nasabah melakukan jika nasabah melakukan penempatan ORI di Bank DBS Indonesia, seluruh biaya tersebut akan ditanggung oleh Bank DBS Indonesia.

Apa itu Minimum Holding Period (MHP)?
Minimum Holding Period adalah batas waktu kepemilikan ORI minimum yang durasinya ditentukan oleh penerbit. Periode tersebut bisa berlainan untuk masing-masing seri. Setelah batas waktu tersebut, ORI diperbolehkan untuk diperjualbelikan di pasar sekunder. 

Apa keuntungan berinvestasi ORI?

  • Pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SUN dengan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya;
  • Kupon ORI yang diterbitkan di Pasar Perdana ditawarkan dengan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tingkat bunga rata-rata deposito bank BUMN;
  • Kupon memiliki tingkat bunga tetap sampai waktu jatuh tempo;
  • Kupon dibayarkan setiap bulan;
  • ORI dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dengan mekanisme Bursa Efek atau Transaksi di luar Bursa (over the counter);
  • Tersedianya kuotasi harga beli (bid price) dari Agen Penjual yang dapat dieksekusi kepada nasabahnya yang membeli di Pasar Perdana;
  • Berpotensi memperoleh keuntungan (capital gain) bila dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di Pasar Sekunder;
  • Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain, antara lain jaminan dalam pengajuan pinjaman pada bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau jaminan dalam rangka transaksi efek. Kebijakan peminjaman atau penjaminan ORI mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak;
  • Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Apa risiko dalam investasi ORI?

Ya, seperti investasi lain, investasi ORI juga memiliki risiko. Misalnya:

  • Risiko Gagal Bayar
    ORI punya risiko gagal bayar karena dijamin oleh Pemerintah Indonesia
  • Risiko Pasar
    ORI bebas dari risiko pasar jika dimiliki hingga jatuh tempo karena mendapat jaminan dari pemerintah Republik Indonesia
  • Risiko Likuiditas
    ORI memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, namun memiliki fasilitas early redemption atau dapat dicairkan sebelum tenornya habis.
Berapa yang akan saya dapatkan dari investasi ORI?
Jika ORI memiliki ketentuan sebagai berikut:

  • Tingkat kupon = 7,25%
  • Tenor = 3 tahun
  • Nominal per unit = Rp 1.000.000,-
Nasabah melakukan penempatan sebesar Rp 100.000.000,- atau 100 unit di pasar perdana dengan tingkat harga 100%

Kupon per unit
Perhitungan kupon per unit adalah sebagai berikut:

Rp 1.000.000,- x 7,25% x 1/12 = Rp 6.041,67 dibulatkan menjadi Rp 6.042,-

Jumlah pembayaran kupon
Dengan penempatan sebesar 100 unit, maka Nasabah akan mendapatkan kupon per bulan sebesar:

100 unit x Rp 6.042= Rp 604,200,- (sebelum dipotong pajak)

Penjualan di pasar sekunder
Jika investor melakukan penjualan pada tingkat harga 102,00%, maka keuntungan yang didapat oleh investor adalah:
(102,00% - 100,00%) x Rp 100.000.000,- = Rp 2.000.000,- (sebelum dipotong pajak)

Jika investor melakukan penjualan pada tingkat harga 98,00%, maka kerugian yang didapat oleh investor adalah:
(98,00% - 100,00%) x Rp 100.000.000,- = Rp 2.000.000,- (sebelum dipotong pajak)


Pernyataan Sanggahan / Disclaimer:

  • Tingkat kupon yang disebutkan di atas hanya ilustrasi. Sedangkan tingkat kupon sebenarnya diumumkan pada setiap periode penerbitan ORI
  • Perhitungan pengembalian disesuaikan dengan peraturan perpajakan yang berlaku
  • Perhitungan keuntungan dan kerugian penjualan di pasar sekunder sesuai dengan kupon yang diterima Investor pada saat penjualan

Siapa saja Agen Penjual ORI?
Setiap periode, Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Agen Penjual untuk ORI setelah melalui tahap seleksi di Kementerian Keuangan. Jadi, Agen Penjual bisa saja berbeda untuk setiap penerbitan ORI. Keterangan mengenai Agen Penjual dapat diakses melalui website DIrektorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementrian Keuangan.

Setelah pembelian, di mana ORI disimpan?
Pembelian ORI yang dilakukan melalui DBS akan disimpan di Kustodian dari PT Bank DBS Indonesia ("Kustodian") dengan merujuk ke rekening surat berharga. Jika Investor belum memiliki rekening surat berharga, maka Kustodian otomatis akan membuatkannya.

Bagaimana saya bisa mendapatkan informasi lengkap tentang penerbitan ORI?
Informasi lengkap mengenai ORI bisa diakses melalui website, brosur, ataupun sarana komunikasi lain yang digunakan oleh DBS.

Kami menghargai pendapat Anda, mohon beri penilaian untuk halaman Kami

Thank you! We appreciate your feedback.

Mohon masukkan komentar Anda

500

Bagaimana Kami bisa meningkatkan kualitas website?

Mohon masukkan komentar Anda

500
I agree to Terms & Conditions