4 Tipe Pengunjung Kafe, Kamu yang Mana?

Kalau kita biasanya ke kafe buat meetup atau kerja, sekali-kali coba deh, people watching di kafe. Seru lho!

Di zaman now ini, kafe sudah jadi kaya warung, setiap lima langkah sekali kita bakal nemuin coffee shop. Apalagi di Jakarta. Yang bikin kota ini up and running bukan bensin, tapi kafein (dan gula). Ibaratnya nih, kalau jempol orang Jakarta ketusuk, yang netes itu kopi. Apalagi ada banyak banget promo di kafe. Dari Buy 1 Get 1, upsize, diskonan, sebutin aja. Pokoknya pusing deh, kalau sehari aja ngga ngopi.

Kafe memang jadi oasis buat kita semua. Mulai dari tempat meetup buat first date, tempat meeting, tempat kerja, baca buku pas weekend, sampai people watching.

Nah kalau people watching, ada beberapa jenis-jenis pengunjung kafe yang pastinya sering banget kita temuin, di mana pun kafenya.

Orang-orang (Kayanya) Ngga Ada Beban
Picture this. Kita lagi pasang ear phone, nyoba nyelesaiin kerjaan, dan tiba-tiba ada rombongan cewe-cewe bening yang dress up dan dengan muka happy masuk kafe. Mereka lalu ngobrol dengan suara lantang dan tertawa lepas, sampai kita tahu siapa sekarang pacaran sama siapa. Seketika kita merasa ‘buluk’ dengan tampilan kita yang nyantai dan merana menghadapi tumpukan deadline dan feedback ngasal dari klien yang memenuhi inbox email kita. Di lain kesempatan, wujud happy people ini berganti jadi rombongan berwajah glowing abis jogging pas Car Free Day, sedangkan kita baru bangun jam 10 lewat dan butuh kopi biar ngga pusing. Di lain waktu, kita ketemu sama rombongan ibu-ibu arisan yang ke kafe di jam kerja dan bikin kita mikir, “Suaminya kerja apa yah?”. Biar ngga makin bitter, yuk kita order double shot espresso.

Modal Koneksi Doang
Ya kalau mau keren sih, ‘digital nomad’, bisa kerja dari mana aja selama ada Internet. Biasanya pertanyaan mereka adalah “Mas, password wifi-nya apa?” dan diikuti “Yang ada colokan di sebelah mana yah?”. Thanks to orang-orang kaya gini, banyak kafe yang mengubah interiornya jadi makin mirip open office atau coworking space, dengan colokan kesebar di mana-mana. Ngga salah sih, kafe dengan musik yang chill, suhu ruangan yang ngga terlalu adem, lighting yang terang tapi warm, minuman dan makanan tinggal mesan memang enak buat bikin tugas kuliah atau kantor. Oiya, satu lagi cirinya: mereka biasanya pakai earphone atau headset, ada notes serta alat tulis tersebar di meja, dan kopi sudah entah berapa gelas di meja. Kalaupun mereka datang ngga sendirian, biasanya sih, sibuk sama laptop masing-masing.

Lovebirds

Nah ini nih. Suka sedih deh ngelihatnya. Pasti kita pernah nemu pasangan yang bergandengan sejak turun dari mobil, buka pintu, order, sampai duduk dan ngobrol. Man, you can see it in their eyes, pokoknya. Next thing you know, mereka giggling, saling senderan manja dan pegangan tangan bicara tentang masa depan, ya minimal abis dari kafe mau makan apa. So. Sweet. Lalu kita jadi baper dan ngenes karena jomblo dan kerja pas wiken. Trus nyoba telpon temen yang rumahnya di deket kafe buat minta temenin, and guess what, temen kita pas banget lagi jalan sama gebetannya. Eh kok jadi curhat ya. Ya sudahlah ya, mari kita pesan Ice Caramel Latte biar wiken kita ada seger dan manisnya sedikit.

Pakar Kopi

Kita lagi antri dan di depan kita ada yang nanya-nanya biji kopi hari ini apa, light atau dark, diikuti dengan pertanyaan dan bahasa yang di telinga terdengar sophisticated, mulai dari flavor, body, aroma, acidity, sweetness, dan finish. Kita mulai tarik napas, tahan napas, sampai akhirnya orang ini pesan kopi yang menurut kita baunya sama saja dan kita yakin rasanya juga paling beda tipis kaya kopi-kopi lainnya. Atau di lain kesempatan, kita ketemu orang yang pesan “Mau Frappucino Caramel Cream Affogato, decaf, less ice, susunya diganti soy milk, sirup karamelnya 4 pump aja, upsize”. Sedangkan kita “Oh. My. God. Gue mah apa aja deh, gue cuma butuh kafein. Ngantuk banget tolong”.

Seru kan, people watching di kafe? Tapi mereka punya persamaan: semua doyan promo. Jomblo, lagi pedekate atau taken, siapa sih yang ngga bakalan seneng ada program diskon 20% untuk pembelian makanan dan minuman di coffee shop terpilih di Jakarta dan Bandung kalau pakai Kartu Debit Digibank?

Kalau di Jakarta, dapatkan dobel dosis kafein harian plus diskon 20% ini Trafique Coffee, Kanawa Coffee, Conversation Over Coffee (COC), Common Grounds, Sensory Lab, Coffee Passion (CoPas), Tuttonero Coffee & Eat, St. Ali, Kakolait, dan Yellow Truck Margonda, Anonymous Café, Fri3nd.co, Hello Café, Hobi Coffee, Awesome Coffee, dan Elmakko.

Nah kalau di Bandung, kita bisa dapetin diskon kopi 20% di Railway, Bluedoors, Parlor, Common Grounds, Yellow Truck (Surya Sumantri, Linggawastu, Sunda, Patuha), Armor Kopi, Next 8 Coffee and Food, 9/1/1 Coffee Lab, Roempi Coffee & Eatery, dan Goelali Bistro

Promo ini berlaku sampai 31 Mei 2018. Info lengkap, klik di sini

Biar ngga skip promo kopi digibank paling update, follow Instagram @digibankid dan cek Instastory Highlight-nya.

Subscribe juga channel Youtube digibank by DBS untuk info menarik lainnya, mulai dari online shopping, nonton, sampai traveling.