Mau Makin Maksimal Nonton Filmnya? Kenalan Dulu Sama Sutradaranya

Tiap sutradara pasti punya ciri khas di filmnya. Kenalan dikit dan upgrade pengetahuan film yuk, biar makin pede traktir nonton yang ditaksir.

Nama sutradara kadang jadi cara kita buat tahu film yang bakal kita tonton oke apa engga. Apalagi biasanya tiap sutradara punya ciri khas sendiri-sendiri. Minimal kalau kita tahu sutradaranya, kita bisa expect filmnya ngga bosenin, ceritanya nyambung, dialognya ngga klise, dan mungkin ada plot twist. Ibaratnya, ada signature yang kita bisa kenali dari tiap sutradara di film-film mereka.
Nah, mumpung sekarang lagi ada Ready Player One-nya Steven Spielberg dan Isle of Dogs-nya Wes Anderson, yuk kita kenalan sama mereka. Oiya, biar balance, kita cek juga sutradara Indonesia, Joko Anwar, mumpung Pengabdi Setan edisi original lagi tayang.

Steven Spielberg
Meski sekarang banyak film scifi dan adventure, kita bakal tetap bisa kenal film-filmnya “eyang” Spielberg dari ceritanya yang solid. Spielberg Ngga cuma jualan special effect tapi juga karakter yang memorable. Biasanya nih, salah satu ciri khas cerita film Spielberg adalah karakternya datang dari keluarga yang punya problems, misalnya hubungan orang tua dan anak yang bermasalah. Contohnya: Indiana Jones. Atau karakternya jadi makin dewasa seiring adventure mereka. Pokoknya character development jadi salah satu kekuatan film-film Spielberg.
Ini juga yang bisa kita temukan di Ready Player One. Selain referensi game dan pop culture-nya sebanyak taburan bubuk cabe di ayam goreng crispy Korea, kita juga bisa kenalan sama Wade dan Samantha. Dua karakter utama film ini punya masalah keluarga masing-masing yang jadi alasan mereka memainkan game di film tersebut. Game apa? Nonton sendiri dong. Spolier dikit, gamers dan anak-anak 90an pasti bakal happy banget nonton film ini. Ready Player One berlatar di dunia nyata tapi ada banyak scene di realitas virtual futuristik, benar-benar eyegasm. Ngga heran, Steven Spielberg butuh waktu 10 tahun untuk mengadaptasi naskah Ready Player One.

Wes Anderson
Nah lain lagi sama Wes Anderson. Kalau ngakunya artsy, kurang certified rasanya kalau kita ngga suka film-film dia. Film-film Wes ketebak banget dari visualnya. Pasti dominan dengan warna-warna pastel, kesan vintage yang kuat, karakter yang quirky, dan semuanya serba symmetrical. Contohnya di film Moonrise Kingdom. Satu lagi kelebihan Anderson, dia jago menyulap adegan-adegan awkward jadi sweet banget. Di Moonrise Kingdom, cinta monyet bocah pramuka berusia 12 tahun Sam Shakusky jadi sebuah petualangan menggemaskan, heroik, konyol, tapi manis.
Isle of Dogs, karya terbarunya film-maker nyentrik ini lagi diputar di bioskop. Kalau kita atau gebetan memang dog lovers, buruan deh nonton. Ceritanya tentang perjuangan seorang pemilik anjing yang mencoba mencari anjingnya di pulau yang hanya dihuni oleh anjing. Pengisi suara film ini adalah aktor dan aktris papan atas Hollywood, mulai dari Bryan Cranston, Edward Norton, Bill Murray, Scarlett Johansson, Tilda Swinton, Bob Balaban, Greta Gerwig, dan... Coba tebak, Yoko Ono.
Isle of Dogs bukan film animasi pertama Anderson. sebelumnya Anderson udah pernah bikin Fantastic Mr. Fox yang dikerjakan bukan dengan teknik stop motion animation, yang tiap frame-nya dikerjakan satu per satu. Di Isle of Dogs, Anderson dan Andy Gent dari puppet department, membuat hingga 1000 puppet, 500 berbentuk berbagai jenis anjing dan 500 sisanya berbentuk berbagai karakter manusia.

Joko Anwar
Kalau dari sutradara Indonesia, siapa lagi sih, yang konsisten bikin film berkualitas dan punya ciri khas kalau bukan Joko Anwar. Setelah eksplorasi yang ngepop dan ceria lewat Janji Joni, Joko Anwar makin lama makin punya ciri khas. Mulai dari Kala, Modus Anomali, dan terakhir Pengabdi Setan, film-film Joko Anwar cenderung surealis, Joko sepertinya makin doyan bikin film beraliran thriller atau slasher. Bedanya film horor Joko Anwar sama film horor Indonesia lainnya adalah eksekusi visualnya yang ciamik, tidak menunjukkan setting lokasi secara jelas, plotnya penuh dengan teka-teki, dan selalu ada pesan atau kritik sosial, ngga cuma jualan darah atau cewek seksi ketakutan keringetan dikejar hantu dengan makeup caur. Jarang banget kan ada film horor asli Indonesia yang berkualitas? Nah, film Pengabdi Setan sih emang udah ngga tayang di Indonesia, malah tayang perdana di Hong Kong, 22 Maret 2018 lalu. Tapi kita masih bisa nonton film original Pengabdi Setan tahun 1980 hasil restorasi di CGV dan cari tahu dari mana Joko Anwar dapet inspirasi.

Nah, kalo ngga gitu peduli sama siapa sutradaranya pokoknya yang penting filmnya fun dan ngga pake mikir, ya udah nonton aja film superhero. Kalo suka film action tapi ngga mau terlalu tegang, Deadpool 2 udah paling cocok soalnya banyak selipan-selipan komedinya yang bikin kita ketawa sepanjang film. Atau nonton aja, film yang diangkat dari game dengan judul yang sama, Rampage. Yang lahir tahun 90-an mungkin sudah memainkan game-nya. Kita memilih salah satu raksasa lalu harus menghancurkan gedung dan memakan orang - orang. Spoiler sedikit, filmnya sih kurang lebih sama kaya game-nya, menceritakan percobaan genetika hewan yang masih misteri yang membuat hewan menjadi besar, ganas dan ngehancurin gedung kaya game-nya. Bedanya di film ini akan ada Dwayne Johnson. Seru kan?

Gimana? Coba aja tontonin satu-satu semua film di atas atau film-film lain yang akan tayang di CGV Blitz. Apalagi ada promo Buy 1 Get 1 tiap akhir pekan sampai 30 Juni 2018 dari digibank.

Nah, ngga perlu bingung lagi kan, mau nonton apa sama gebetan? Kalo memang naksir, buruan traktir!

Siapa tahu, dari teman nonton bisa upgrade jadi teman hidup.